Ada Dugaan Vaksinasi Covid-19 Fiktif, Ini Klarifikasi Kadinkes Kepulauan Sula
Kepala Dinkes Sula, Suryati Abdullah menyampaikan, informasi adanya manipulasi data vaksin di Kabupaten Kepulauan Sula itu tidak benar.
TRIBUNTERNATE.COM - Dugaan kasus manipulasi data vaksinasi Covid-19 di Kabupaten Kepulauan Sula, Maluku Utara akhirnya terjawab.
Kepala Dinkes Sula, Suryati Abdullah menyampaikan, informasi adanya manipulasi data vaksin di Kabupaten Kepulauan Sula itu tidak benar.
Suryati menjelaskan, setiap pekerjaan yang menumpuk dan melibatkan banyak orang bisa menimbulkan kesalahan.
Pada kasus yang menyeret dua warga di wilayah Kecamatan Sanana Utara tersebut, lanjut Suryati, petugas vaksinasi sudah mengumpulkan data warga yang akan divaksin.
"Dari sekian banyak warga, petugas langsung melaksanakan penginputan data, dan selanjutnya melakukan vaksinasi pada warga yang sudah terdaftar," kata Suryati ketika dikonfirmasi, Sabtu (15/1/2022).
Proses tersebut, menurut Suryati, merupakan bagian dari strategi percepatan vaksinasi untuk memenuhi target yang ditentukan pemerintah pusat di akhir tahun 2021 lalu
Akan tetapi, sambung Suryati, ketika petugas vaksinasi sudah melakukan penginputan, ada sejumlah warga yang belum sempat divaksin tapi seluruh data mereka sudah terdaftar di aplikasi PeduliLindungi.
"Pada saat 10 hari terakhir jelang akhir tahun 2021 itu, memang dari Dinkes dan Babinkantibmas serta TNI/polri melaksanakan giat percepatan vaksinasi di Sula, kami laksanakan strategi vaksinasi door to door di seluruh kecamatan, dan petugas data vaksinasi terbatas. Sehingga, kemungkinan terjadi human error itu ada, karena faktor kelelahan petugas di lapangan," terang Suryati.
Oleh karena itu, sambung Suryati, tim vaksinator telah melaksanakan penelusuran di seluruh kecamatan untuk memastikan kembali seluruh data penerima vaksin.
Setelah ditelusuri, Suryati menambahkan, kedua warga yang belum sempat divaksin itu akhirnya bisa ditemui oleh petugas dan telah dilakukan pemeriksaan oleh petugas vaksin.
"Petugas sudah temui mereka berdua, bahkan keduanya sudah divaksin," katanya.
Terpisah, kedua warga itu yang berinisial JU dan NS saat dikonfirmasi mengungkapkan, sudah didatangi tim vaksinator dan bersedia untuk divaksin oleh tim vaksinator.
"Tadi petugas datang di rumah, mereka tanya kita sudah vaksin atau belum. Kita mengaku belum vaksin, jadi petugas langsung lakukan pemeriksaan, setelah itu kita langsung divaksin," ujar JU.
Selain JU, NS yang datanya telah terdaftar di aplikasi PeduliLindungi itu juga bersedia diperiksa dan disuntik vaksin.
"Sudah, tadi petugas (tim vaksinator, red) sudah datang, tapi dorang (mereka, red) periksa dulu. Setelah itu mereka bilang bisa divaksin," tukasnya.
(TribunTernate.com/Yasim Mujair)