Media Asing Soroti Ditetapkannya Tanggal Pilpres Indonesia, Singgung soal Jokowi Tiga Periode
Media harian asal Singapura, The Strait Times, menyoroti soal ditetapkannya tanggal Pemilihan Presiden tahun 2024 dan menyinggung soal Jokowi 3 period
TRIBUNTERNATE.COM - Media harian asal Singapura, The Strait Times, menyoroti soal ditetapkannya tanggal Pemilihan Presiden (Pilpres) tahun 2024.
Dalam artikel itu, The Strait Times juga menyinggung soal Jokowi tiga periode.
Diketahui, Pilpres 2024 telah ditetapkan akan dilaksanakan pada 14 Februari 2024.
Artikel tersebut menyebutkan bahwa ditetapkannya tanggal tersebut telah meredakan spekulasi bahwa Presiden Joko Widodo (Jokowi) akan berusaha untuk memperpanjang masa jabatan keduanya.
Dalam artikel itu juga dibahas tentang ide Menteri Investasi yang mengusulkan penundaan Pilpres 2024.
Artikel tersebut menyebutkan bahwa Bahlil Lahadalia mengatakan banyak komunitas bisnis berharap penundaan Pilpres 2024 untuk meminimalkan gangguan politik dan membantu momentum pertumbuhan ekonomi yang stabil.
Disebutkan pula dalam artikel itu soal alasan yang melatarbelakangi isu Jokowi tiga periode.
Baca juga: Pemerintah dan KPU Sepakat Pemilu Digelar 14 Februari 2024
Baca juga: Siap Bertarung untuk Pilpres 2024, Sekjen Gerindra Bocorkan Persiapan Prabowo: Terus Berkomunikasi
Artikel itu mengatakan, spekulasi tentang perpanjangan masa jabatan Jokowi telah dilihat sebagai upaya untuk mengamankan proyek ibu kota baru senilai 34 miliar dolar AS yang menurut para pendukung adalah kunci untuk mempertahankan pemulihan ekonomi dari pandemi.
Namun, Jokowi telah berulang kali menyuarakan penentangannya terhadap gagasan perpanjangan atau mencalonkan diri untuk masa jabatan ketiga, yang akan membutuhkan amandemen UUD 1945.
The Strait Times juga mewawancarai seorang asisten profesor ilmu politik di Australian National University, Dr Marcus Mietzner, tentang isu Jokowi tiga periode ini.
"Persetujuan tanggal tersebut menandakan bahwa elit siap untuk melanjutkan agenda 2024, dan bahwa pemerintah tidak memiliki argumen lagi untuk menunda lebih jauh," kata Dr Marcus Mietzner seperti dimuat dalam artikel The Strait Times itu.
Baca juga: Ridwan Kamil Nyatakan Diri Siap Maju Capres 2024, Kapankah Anies Baswedan Menyusul?
Baca juga: Sekber Deklarasikan Dukungan Prabowo-Jokowi Maju Pilpres 2024, Pengamat: PDIP Tak akan Beri Restu
"Namun, mungkin ada upaya lebih lanjut di jalan ketika pembangunan ibu kota baru dimulai dan pembenaran untuk perpanjangan yang dibangun tampaknya lebih masuk akal," tambah Dr Mietzner.
Selain itu, artikel tersebut juga menyinggung soal elektabilitas capres 2024.
Artikel itu mengatakan, meskipun tidak ada yang secara terbuka mengatakan mereka akan mencalonkan diri sebagai presiden, survei terbaru menunjukkan bahwa Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo dan Gubernur Jakarta Anies Baswedan dapat menjadi kandidat terdepan karena popularitas mereka yang meningkat.
Nama lain yang turut menjadi sorotan sebagai capres dan disebutkan oleh artikel itu adalah Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil; Ketua DPR Puan Maharani, yang juga putri mantan Presiden Megawati Soekarnoputri; Menteri Pariwisata Sandiaga Uno; dan Menteri BUMN Erick Thohir.
Menurut berita itu, mereka dinilai memainkan peran sentral dalam kampanye terakhir Jokowi.
(TribunTernate.com/Qonitah)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/ternate/foto/bank/originals/jokowi-vahkbd.jpg)