Rabu, 20 Mei 2026
Halmahera Timur
Halmahera Timur Berbenah Menuju Transformasi Kemajuan

Virus Corona

Kenapa Lonjakan Kasus Covid-19 Tampak Seperti Musiman? Ternyata Ini Penyebabnya

Menurut studi terbaru di TheAmerican Journal of Tropical Medicine and Hygiene, penularan Covid-19 bisa melonjak secara musiman, berikut penyebabnya.

Tayang:
Kompas.com
Ilustrasi Virus Corona (Covid-19). 

TRIBUNTERNATE.COM - Menurut studi terbaru di TheAmerican Journal of Tropical Medicine and Hygiene, penularan Covid-19 bisa melonjak secara musiman.

Hal itu disebabkan oleh tingkat suhu dan kelembapan pada waktu yang berbeda di sepanjang tahun di berbagai wilayah.

Di daerah yang lebih dingin di Amerika Serikat (AS), seperti Timur Laut, mungkin akan mencatat lebih banyak kasus Covid-19 di musim dingin.

Sementara, di daerah yang lebih hangat seperti bagian Selatan AS, mungkin akan mencatat lebih banyak kasus Covid-19 di musim panas.

Di sisi lain, wilayah yang memiliki iklim sedang bisa memiliki dua puncak musiman.

"Kami pikir Covid mungkin menjadi endemik, artinya akan tetap berada dalam populasi manusia."

"Tetapi, kami akan melihat lonjakan berdasarkan di mana kami berada di titik geografis tertentu," kata Antarpreet Jutla, salah satu penulis studi dan ahli hidrologi di Universitas Florida.

"Puncak keparahan akan ditentukan oleh seberapa dingin suhu dan seberapa hangat suhunya," imbuh Jutla.

Baca juga: Waspadai Gejala Masuk Angin, Bisa Jadi Itu Omicron, Ini Waktu yang Tepat untuk Tes Covid-19

Baca juga: Menkes: Puncak Gelombang Omicron akan Terjadi Akhir Februari, Jumlah Kasus 2-3 Kali Lipat dari Delta

Sebagai informasi, Jutla dan rekan-rekannya menganalisis kasus Covid-19 di 19 titik panas di seluruh dunia.

Mereka menemukan bahwa kasus Covid-19 meningkat di atas dan di bawah ambang batas suhu dan kelembapan tertentu.

Misalnya, mereka menemukan bahwa jumlah kasus meningkat ketika suhu udara turun di bawah 62 derajat Fahrenheit atau naik di atas 75 derajat.

Kemungkinan hal itu terjadi karena perilaku manusia dan hal-hal yang ada di lingkungan.

Para peneliti juga menemukan bahwa virus cenderung bertahan lebih lama di tempat yang lebih kering.

Ilustrasi penelitian virus corona (Covid-19).
Ilustrasi penelitian virus corona (Covid-19). (Kompas.com)

"Pada dasarnya, kita perlu merancang strategi intervensi atau mitigasi berdasarkan lingkungan tempat kita tinggal," kata Jutla.

"Wilayah seperti Florida, India, Afrika adalah daerah yang hangat. Pada dasarnya mereka terkena gelombang ini, namun di waktu yang berbeda dari bagian utara, daerah menjadi lebih dingin," lanjutnya.

Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved