Halmahera Timur
Halmahera Timur Berbenah Menuju Transformasi Kemajuan

Virus Corona

Pasien Covid-19 RS Naik, Luhut: Pasien Gejala Ringan Jangan Masuk RS, Masuk Saja di Isolasi Terpusat

Luhut Binsar Pandjaitan meminta pasien Covid-19 gejala ringan dan tanpa gejala (OTG) untuk tidak menjalani perawatan di Rumah Sakit.

Instagram/Luhut Binsar
Koordinator PPKM Jawa-Bali, Luhut Binsar Pandjaitan meminta pasien Covid-19 gejala ringan dan orang tanpa gejala (OTG) tidak menjalani perawatan di rumah sakit. 

TRIBUNTERNATE.COM - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marinves) Luhut Binsar Pandjaitan meminta agar pasien Covid-19 dengan gejala ringan dan tanpa gejala (OTG) untuk tidak menjalani perawatan di rumah sakit.

Hal ini disampaikan oleh Koordinator Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Jawa-Bali itu dalam Konferensi Pers Ratas Evaluasi PPKM yang digelar secara daring pada Senin (7/2/2022) siang.

Luhut mengatakan, meski keterisian rumah sakit meningkat, tetapi saat ini rumah sakit didominasi oleh pasien Covid-19 yang bergejala ringan dan tanpa gejala.

Padahal, sesuai instruksi Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada Kamis (3/2/2022) lalu, pasien Covid-19, khususnya yang terpapar varian Omicron, tidak perlu menjalani perawatan di rumah sakit.

Pasalnya, sebagian besar pasien yang terpapar Omicron hanya mengalami gejala ringan ataupun orang tanpa gejala (OTG).

Untuk itu, Luhut meminta agar pasien Covid-19 yang mengalami gejala ringan dan tanpa gejala untuk menjalani isolasi mandiri di rumah atau menempati isolasi terpusat yang disediakan pemerintah.

Baca juga: Ledakan Kasus Covid-19, Sopir Mobil Jenazah Sebut Order Kembali Naik, Wisma Atlet Lebih Ramai

Baca juga: Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan Positif Terinfeksi Covid-19 Varian Omicron

"Mengenai perawatan rumah sakit, perlu kami sampaikan bahwa 65 persen pasien yang dirawat saat ini memiliki gejala ringan dan tanpa gejala," ujar Luhut dikutip dari YouTube Sekretariat Presiden, Senin (7/2/2022).

"Yang kita minta (pasien ringan dan tanpa gejala) jangan masuk rumah sakit, tapi masuk saja di isoter (isolasi terpusat), karena cukup dengan isoter," imbuhnya.

Selain itu, Luhut juga menjelaskan bahwa tren kenaikan kasus Covid-19 di Indonesia mengalami kenaikan yang sangat pesat.

Namun demikian, jumlah pasien gejala berat yang harus dirawat di rumah sakit dan jumlah kasus kematian masih relatif rendah, berbeda dengan gelombang varian Delta.

Hal tersebut, kata Luhut, terjadi dan dapat dilihat di sejumlah provinsi di Jawa, seperti DKI Jakarta, Jawa Barat, dan Banten.

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan.
Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan. (YouTube/KompasTV)

"Sebagai contoh kenaikan kasus di provinsi DKI Jakarta, Jawa Barat, dan Banten meningkat sangat pesat."

"Namun, angka perawatan rumah sakit dan kematian masih relatif rendah dan lebih kecil dibandingkan gelombang Delta," kata Luhut.

Meski varian Omicron memiliki gejala yang lebih ringan dibandingkan Delta, namun kasus kematian akibat varian tersebut tetap ada.

Luhut pun merinci jumlah kasus kematian yang tercatat sejak varian Omicron merebak di Indonesia.

Sebagian besar orang yang meninggal dunia akibat Covid-19 sejak Omicron meluas adalah kelompok lansia, orang dengan komorbid, dan orang yang belum divaksinasi lengkap.

"Dari 356 pasien meninggal (sejak Omicron merebak), 42 persen itu memiliki komorbid, 44 persen lansia, dan ini, yang perlu diingat, 69 persen belum divaksinasi lengkap," terang Luhut.

Oleh karena itu, Luhut meminta masyarakat Indonesia untuk tidak membuat teman, keluarga dan kelompok terdekatnya takut dengan vaksinasi, sebab vaksin dapat menyelamatkan nyawa manusia.

Baca juga: Alami Stres saat Jalani Isolasi Mandiri Covid-19? Lakukan Hal Ini untuk Merawat Kesehatan Mental

Baca juga: Waspadai Gejala Masuk Angin, Bisa Jadi Itu Omicron, Ini Waktu yang Tepat untuk Tes Covid-19

Jokowi: Omicron Bisa Sembuh Tanpa ke RS

Di tengah kasus Covid-19 yang merangkak naik, Presiden Joko Widodo (Jokowi) sempat memberikan arahan kepada masyarakat.

Arahan itu soal bagaimana sikap masyarakat untuk menghadapi varian Omicron yang telah menyebar di Tanah Air.

Jokowi mengungkapkan, varian Omicron yang menyebabkan lonjakan kasus harian saat ini, memang memiliki tingkat penularan yang tinggi.

Namun, dari sisi fatalitas atau potensi penyebab kondisi kerawanan pada pasien lebih rendah dari varian Delta.

Dia menyebutkan hal tersebut karena berkaca pada kasus Covid-19 di beberapa negara di dunia.

Menurut Jokowi, tingkat keterisian rumah sakit di beberapa negara justru relatif rendah di tengah penyebaran Omicron.

"Hal ini juga termasuk di negara kita Indonesia, meskipun kasusnya melonjak cukup tinggi, namun keterisian di RS masih terkendali," kata Jokowi dalam keterangan video yang disiarkan langsung dari Kota Medan, Kamis (3/2/2022) malam.

"Perlu saya sampaikan bahwa varian Omicron dapat disembuhkan tanpa harus ke RS. Pasien yang terpapar varian ini cukup melakukan isolasi secara mandiri di rumah, minum obat dan multivitamin dan segera tes kembali setelah 5 hari," jelasnya.

(TribunTernate.com/Ron)

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved