Virus Corona
Luhut: Sejak Varian Omicron Terdeteksi di Indonesia, 365 Pasien Covid-19 Meninggal Dunia,
Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan terdapat 365 pasien Covid-19 yang meninggal dunia sejak varian Omicron masuk ke Indonesia.
TRIBUNTERNATE.COM - Virus corona varian Omicron pertama kali terdeteksi di Indonesia pada pertengahan Desember 2021 lalu.
Sejak itu, angka kasus infeksi dan kematian turut meningkat.
Menteri Koordinator bidang Maritim dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan terdapat 365 pasien Covid-19 yang meninggal dunia sejak varian Omicron masuk ke Indonesia.
Dari jumlah tersebut sebagian besar yang meninggal merupakan pasien yang memiliki komorbid, lansia, dan belum vaksinasi lengkap.
"42 persen itu memiliki komorbid, 44 persen lansia dan ini yang perlu diingat 69 persen belum divaksinasi lengkap," katanya dalam konferensi pers virtual yang disiarkan Youtube Sekretariat Presiden, Senin (7/2/2022).
Baca juga: Pakar Epidemiologi Sebut Omicron Bukan Varian Covid-19 yang Terakhir, Minta Jangan Dianggap Remeh
Baca juga: Kekeuh Sebut Kerangkeng Manusia Tempat Pembinaan, Bupati Langkat: Tidak Ada Izin, Itu Sudah Umum
Baca juga: Kasus Covid-19 Indonesia terus Melonjak, Media Asing Pertanyakan Perlindungan Vaksin Sinovac
Oleh karena itu Luhut meminta warga yang memiliki penyakit penyerta atau komorbid seperti diabetes dan hipertensi untuk hati-hati.
Selain itu ia mengimbau warga yang belum vaksinasi lengkap untuk segera vaksinasi, terutama lansia.
Ia meminta warga tidak mendengarkan masukan-masukan tidak jelas yang dapat membahayakan diri.
"Jadi saya mohon orang-orang yang menganjurkan jangan vaksinasi, anda itu bertanggung jawab di komunitas mu kalau ada orang yang meninggal karena tidak divaksin," katanya.
Baca juga: Laporan PBB: Korea Utara Masih Terus Mengembangkan Nuklir dan Rudal Balistik
Baca juga: Pasien Covid-19 RS Naik, Luhut: Pasien Gejala Ringan Jangan Masuk RS, Masuk Saja di Isolasi Terpusat
Mengingat sebagian besar pasien meninggal merupakan kelompok komorbid, lansia, dan belum vaksin, maka kebijakan proteksi pemerintah, kata Luhut, lebih mengarah kepada tiga kelompok tersebut.
"Pemerintah akan mengambil kebijakan penetapan lebih terarah untuk kelompok rentan seperti lansia kelompok komorbid, dan yang belum divaksin," ujarnya.
Meski varian Omicron meningkat, pemerintah optimistis perekonomian nasional tetap mengalami pertumbuhan meskipun kasus aktif varian Omicron dalam beberapa waktu ke belakang semakin meningkat.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, pihaknya memprediksi perekonomian Indonesia bakal tumbuh di atas 5 persen pada kuartal I-2022 jika dibandingkan dengan periode yang sama di tahun sebelumnya.
Sebagai informasi, di kuartal I-2021 ekonomi Indonesia masih mengalami kontraksi 0,7 persen.
"Kami melihat di pertumbuhan kuartal pertama tahun lalu itu kita masih minus 0,7 persen dan diharapkan di kuartal pertama tahun ini bisa di atas 5 persen," ujarnya.