Multiyears
Proyek Jalan Penghubung di Halmahera Utara Terbengkalai, Diketahui Habiskan Ratusan Miliar
royek pembangunan Jalan penghubung sepanjang 90 Kilo Meter di Kecamatan Galela-Loloda Halmahera Utara Maluku Utara sampai sekarang belum tuntas
TRIBUNTERNATE.COM- Proyek pembangunan Jalan penghubung sepanjang 90 Kilo Meter di Kecamatan Galela-Loloda Halmahera Utara Maluku Utara sampai sekarang belum tuntas dan tampak terbengkalai.
Padahal, proyek dengan sistem Multiyears itu sudah dianggarkan sebesar Rp 300 miliar lebih yang bersumber dari APBD dan mulai dikerjakan tahun 2018 dan harusnya selesai awal tahun 2020 lalu, sesuai kontrak.
Pantauan Tribunternate.com dilokasi rata rata sejumlah sungai sama sekali belum disentuh proyek.
Begitu pun pengaspalan terlihat dikerjakan tidak merata atau terputus putus dari satu Desa ke Desa berikutnya.
Mirisnya lagi sebagian jalan sudah ditumbuhi rumput sampai ke badan jalan sehingga tampak mulai menyempit.
"Jalan disini banyak belum mulus. Buktinya jalan mau menuju Desa Kami sampai sekarang belum diaspal, "ungkap Nukri Ali (48) warga Desa Supu Kecamatan Loloda Utara saat ditemui belum lama ini.
Baca juga: Belum Lama Dibangun, Ruas Jalan Menuju Loloda Utara Rusak akibat Hujan Deras
Baca juga: Kata Ketua DPRD Halmahera Utara terkait Proyek Multiyears Jalan Penghubung di Loloda Utara
Laiinya Marice Ngagalo (62) mengatakan hal serupa. kalau musim hujan sungai disini pasti meluap sehingga harus dibantu dengan rakit kalau menyebrang. Itupun hanya boleh kendaraan roda 2.
Sedangkan, kendaraan roda 4 harus menunggu air surut. itu biasanya memakan waktu sehari atau 2 hari bahkan lebih.
"Ya so deng taong (Sudah bertahun tahun) warga disini menikmati itu,"cetusnya.
Terpisah, Wakil Bupati Halmahera Utara Muchlis Tapi Tapi mengaku, jalan penghubung Galela-Loloda dibagi 3 segmen itu akan diselesaikan tahun ini sebab sudah dialokasikan sebesar sebesar Rp.40 miliar dari DAU.
"Jalan Galela-Loloda tahun ini selesai,"janjinya.
Namun, Muchlis menyebut, proyek jalan Galela-Loloda telah dialihkan jadi bukan lagi melalui program Multiyears tetapi melekat langsung lewat DAU.
"Jadi kami tidak lagi melalui Multiyears,"katanya.
Baca juga: Pemda Halmahera Utara Bakal Mekarkan Kecamatan Teluk Kao dan Loloda Utara
Baca juga: Tahun Ini Pemda Halmahera Utara Rekrut 300 Guru, Mengajar di Daerah Terpencil
Sekedar diketahui, proyek Multiyears dalam pekerjaannya dibagi 3 segman yaitu.
Segmen I mulai dari Desa Salimuli sampai Posi-Posi jaraknya sepanjang 48,3 Kilo Meter dikerjakan oleh PT Sinar Putra Pratama (SPP) dengan total anggaran sebesar Rp 138,6 miliar
Segmen II dari Desa Posi-Posi sampai Ngajam jaraknya sepanjang 24,8 Kilo Meter dikerjakan oleh PT Sinar Sama Sejati (SSS) dengan total anggaran sebesar Rp 87,3 miliar.
Kemudian, segmen III dari Desa Ngajam sampai Apulea jaraknya sepanjang 21,5 Kilo Meter dikerjakan oleha PT Ikhlas Bangun Sarana (IBS) dianggarkan sebesar Rp 67,1 miliar
(Tribunternate.com/Arafik Hamid)