Minggu, 10 Mei 2026
Halmahera Timur
Halmahera Timur Berbenah Menuju Transformasi Kemajuan

Virus Corona

Orang yang Belum Vaksin Covid-19 Berisiko Terinfeksi Varian BA.1 dan BA.2 pada Waktu Berdekatan

Seseorang bisa langsung terinfeksi varian BA.2, tak lama setelah sembuh dari infeksi Omicron, khususnya pada orang yang belum divaksinasi.

Tayang:
STR/AFP
ILUSTRASI Orang yang terpapar virus corona varian BA.2 - Dalam foto: Seorang wanita melakukan tes asam nukleat Covid-19 di Nanjing, di provinsi Jiangsu timur pada 29 Juli 2021. 

TRIBUNTERNATE.COM - Menurut penelitian terbaru, seseorang bisa terinfeksi varian BA.2 tak lama setelah sembuh dari infeksi Omicron.

Namun, kasus tersebut termasuk yang jarang ditemukan.

Sebuah penelitian yang mengamati 47 kasus infeksi BA.2 yang terjadi tak lama setelah infeksi Omicron menemukan fakta bahwa fenomena ini berpengaruh pada orang yang tidak divaksinasi.

Varian BA.2 sendiri merupakan turunan dari varian Omicron yang dikenal sebagai BA.1.

Subvarian Omicron ini 1,5 kali lebih menular dibandingkan varian pendahulunya, yakni Omicron.

Bahkan, varian tersebut kini telah menjadi varian yang dominan di wilayah Inggris Raya.

Namun, para ilmuwan mengatakan, tidak ada indikasi bahwa BA.2 lebih mematikan atau lebih baik dalam menghindari kekebalan dibandingkan Omicron.

Baca juga: Update Covid-19 Indonesia Kamis, 3 Maret 2022: Tambah 37.259 Kasus Baru dan 232 Kematian

Baca juga: Subvarian Omicron BA.2 Sudah Terdeteksi di Indonesia, Kemenkes RI: Ada 252 Kasus

Baca juga: Pakar Kesehatan AS Beri Peringatan: Turunnya Kasus Omicron Bukan Akhir Pandemi Covid-19

Para peneliti di Denmark telah melakukan penyelidikan terhadap 1,8 juta kasus yang dilaporkan antara 21 November 2021 hingga 11 Februari 2022 untuk mengetahui bagaimana varian itu berkembang.

Sebanyak 1.739 kasus di antaranya adalah orang-orang yang mengalami dua infeksi sekaligus, yakni varian BA.1 dan BA.2 dalam rentang waktu 20 sampai 60 hari.

Dari jumlah tersebut, 263 sampel berpasangan dipilih secara acak untuk dianalisis.

Hasilnya, 187 kasus atau 71 persen di antaranya adalah orang-orang yang terpapar Covid-19 sebanyak dua kali.

Sedangkan, 47 kasus atau 18 persen di antaranya terinfeksi Covid-19 dua kali, dari BA.1 dan BA.2.

"Tingkat infeksi ulang tampaknya rendah, mengingat tingginya 258 jumlah tes positif Covid-19 selama masa penelitian," tulis para penulis penelitian dikutip dari The Independent.

Ilustrasi virus corona varian BA.2.
Ilustrasi virus corona varian BA.2. (Freepik)

Dari 47 kasus tersebut, 42 orang di antaranya belum divaksinasi.

Dengan demikian, dapat diambil simpulan bahwa orang yang tidak disuntik vaksin Covid-19 lebih mungkin tertular BA.2 tak lama setelah terinfeksi BA.1.

Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved