Harga Mi Instan, Bahan Bakar hingga Bunga Kredit Motor & Rumah Bisa Naik karena Perang Rusia-Ukraina

Invasi Rusia ke Ukraina cepat atau lambat akan berpengaruh signifikan terhadap kebutuhan pangan hingga energi di Indonesia.

TRIBUN JABAR/GANI KURNIAWAN
ILUSTRASI Bahan bakar berupa gas LPG - Dalam foto: Sejumlah pekerja akan mengirim gas 3 kilogram (kg) ke pangkalan di Agen LPG 3Kg PT Rukun, Jalan Babakan Ciparay, Kota Bandung, Kamis (7/12/2017). 

TRIBUNTERNATE.COM - Invasi Rusia ke Ukraina cepat atau lambat akan berpengaruh signifikan terhadap kebutuhan pangan hingga energi di Indonesia.

Hal tersebut diungkapkan oleh Direktur Center of Economic and Law Studies (Celios) Bhima Yudhistira.

Bhima mengatakan, mayoritas kenaikan harga pangan di dalam negeri merupakan implikasi dari terhambatnya perdagangan antara Indonesia dengan Ukraina dan Rusia.

Bagi Indonesia, Ukraina merupakan pemasok gandum terbesar, begitu pula sebaliknya bagi Ukraina di mana Indonesia menjadi negara tujuan ekspor gandum terbesar kedua di dunia setelah Mesir.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), Ukraina memasok 2,96 juta ton gandum atau 27 persen dari total 10,29 juta ton gandum yang diimpor Indonesia pada tahun 2020.

Kenaikan harga gandum, lanjut Bhima, cepat atau lambat akan berdampak pada konsumen di Indonesia, mengingat gandum sebagai bahan baku produk pangan seperti mi instan dan terigu.

Indonesia sendiri merupakan negara pengonsumsi mi instan terbesar kedua di dunia, dengan total 12,6 miliar porsi pada 2020.

"Dampaknya harga bisa naik, berat bersih produk berkurang, atau menurunkan kualitas," kata Bhima kepada BBC News Indonesia, Jumat (4/3/2022).

"Tapi mi instan kan banyak dikonsumsi juga oleh masyarakat kelas menengah bawah, sehingga kenaikan harga 1.000 rupiah saja akan terasa," ujar dia.

Baca juga: Sepekan Invasi Rusia, PBB Sebut Puluhan Juta Nyawa di Ukraina Terancam dan dalam Risiko Tinggi

Meski Indonesia bisa mencari alternatif produsen gandum lain untuk memenuhi kebutuhan gandum, Bhima mengatakan prosesnya tetap akan memakan waktu.

Halaman
1234
Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved