Mbak Rara, Pawang Hujan di MotoGP Mandalika yang Kini Viral, Mengaku Bayarannya Capai 3 Digit
Rara Istiati Wulandari mengaku mulai menjadi pawang hujan sejak ia kecil, yakni saat berusia 9 tahun.
Menurut Rara, hujan kemudian berhenti. Semenjak itulah, ia menjadi pawang hujan.
"Caranya saya saya teriak ke langit. Waktu itu ujan. Saya minta supaya cerah ke awan, dan cerah gitu saya," ujarnya sebagaimana dikutip dari YouTube Atlas Adventure, Senin (21/3/2022).
Soal kemampuannya sebagai pawang hujan, Rara mengaku kemampuan itu ia dapatnya dari leluhurnya.
Dengan kemampuan itu, Rara mengaku bisa berkomunikasi dengan dunia lain.
"Ibaratnya, kita sudah punya power. Bisa mengendalikan angin, api, air dan udara," ujarnya.
Rara mengaku ia sudah bertugas sebagai pawang hujan di berbagai acara.
Mulai dari acara kecil seperti pernikahan hingga acara besar seperti Asian Games 2018.
Baca juga: Hasil MotoGP Mandalika 2022, Miguel Oliveira Pole Position, Fabio Quartararo Catat Waktu Tercepat
Punya Kontrak Kerja
Sebagai pawang hujan, Rara mengaku punya kontrak kerja.
Dalam kontrak kerja itu disebutkan ia bertugas dari tanggal berapa hingga tanggal berapa.
Selain itu, tertulis pula pembayaran dimuka atau DP yang ia terima.
Rara juga blak-blakan soal tarifnya sebagai pawang hujan.

Dalam pengakuannya pada tahun 2019 tersebut, Rara mengaku dibayar Rp 1-juta hingga Rp 2 juta untuk acara pernikahan.
Tetapi untuk acara besar seperti acara menteri ia dibayar sekitar Rp 10 juta.
Sedangkan untuk acara kampanye, ia dibayar Rp 5 juta sehari.