Halmahera Timur
Halmahera Timur Berbenah Menuju Transformasi Kemajuan

Mbak Rara, Pawang Hujan di MotoGP Mandalika yang Kini Viral, Mengaku Bayarannya Capai 3 Digit

Rara Istiati Wulandari mengaku mulai menjadi pawang hujan sejak ia kecil, yakni saat berusia 9 tahun.

TRIBUNLOMBOK.COM/SINTO
Pawang hujan MotoGP Mandalika 2022, Rara Istiati Wulandari, memberikan klarifikasi tentang hujan lebat disertai petir menyambar saat race MotoGP Mandalika, Minggu, 20 Maret 2022. 

TRIBUNTERNATE.COM - Meski telah rampung digelar pada Minggu (20/3/2022) kemarin, masih banyak sisi menarik dari MotoGP Mandalika 2022 yang bisa dikulik.

Salah satunya adalah adanya sosok wanita pawang hujan yang beraksi dalam gelaran seri kedua MotoGP 2022 tersebut.

Pawang hujan tersebut bernama Rara Istiati Wulandari atau akrab disapa Mbak Rara.

Aksi Rara Istiati Wulandari di tengah guyuran hujan saat MotoGP Mandalika 2022 terekam kamera siaran live MotoGP dan kini viral beredar di dunia maya.

Tidak hanya itu, akun media sosial resmi MotoGP pun turut mengunggah aksi Rara sebagai pawang hujan.

Imbasnya, Rara pun menjadi sorotan netizen dan sempat menduduki posisi trending di media sosial.

Diketahui, Rara Istiati Wulandari pernah blak-blakan soal profesinya sebagai pawang hujan

Wanita yang kini berusia 37 tahun ini mengaku sudah bertahun-tahun menjalani profesi pawang hujan.

Baca juga: Ketua MK Anwar Usman akan Nikahi Adik Kandung Presiden Joko Widodo, Ini Profil Singkatnya

Baca juga: Sandiaga Uno Bangga Risman Diapresiasi Juara MotoGP Mandalika: Pelatihan Kami Buahkan Hasil

Ia pernah diwawancara oleh sebuah stasiun televisi pada 2019 silam.

Saat itu, Rara mengatakan pawang hujan merupakan hobi yang telah menjadi profesi.

Dalam wawancara itu, Rara mengaku besar di Yogyakarta dan kini tinggal di Bali.

Merujuk akun Facebook-nya, Rara bersekolah di SMP N 1 Depok Sleman dan kuliah di Sekolah Tinggi Pariwisata (STP) AMPTA YOGYAKARTA. 

Rara mengaku mulai menjadi pawang hujan sejak ia kecil yakni saat berusia 9 tahun.

Baca juga: Marc Marquez Jatuh Berkali-kali di Sirkuit Mandalika, Honda Berupaya Cari Tahu Penyebabnya

Baca juga: MotoGP Mandalika Highlight: Quartararo Cosplay Pawang Hujan, Aleix Espargaro Lempar Helm ke Tribun

Klarifikasi pawang hujan MotoGP Mandalika Rara Isti terkait hujan lebat disertai petir menyambar saat race MotoGP Mandalika, Minggu 20 Maret 2022.
Klarifikasi pawang hujan MotoGP Mandalika Rara Isti terkait hujan lebat disertai petir menyambar saat race MotoGP Mandalika, Minggu 20 Maret 2022. (TRIBUNLOMBOK.COM/SINTO)

Ia mengatakan, saat itu di sekolahnya sedang digelar sebuah pagelaran dan turun hujan.

Rara kemudian berteriak ke langit meminta agar hujan berhenti.

Menurut Rara, hujan kemudian berhenti. Semenjak itulah, ia menjadi pawang hujan.

"Caranya saya saya teriak ke langit. Waktu itu ujan. Saya minta supaya cerah ke awan, dan cerah gitu saya," ujarnya sebagaimana dikutip dari YouTube Atlas Adventure, Senin (21/3/2022). 

Soal kemampuannya sebagai pawang hujan, Rara mengaku kemampuan itu ia dapatnya dari leluhurnya. 

Dengan kemampuan itu, Rara mengaku bisa berkomunikasi dengan dunia lain. 

"Ibaratnya, kita sudah punya power. Bisa mengendalikan angin, api, air dan udara," ujarnya. 

Rara mengaku ia sudah bertugas sebagai pawang hujan di berbagai acara. 

Mulai dari acara kecil seperti pernikahan hingga acara besar seperti Asian Games 2018. 

Baca juga: Hasil MotoGP Mandalika 2022, Miguel Oliveira Pole Position, Fabio Quartararo Catat Waktu Tercepat

Punya Kontrak Kerja

Sebagai pawang hujan, Rara mengaku punya kontrak kerja. 

Dalam kontrak kerja itu disebutkan ia bertugas dari tanggal berapa hingga tanggal berapa. 

Selain itu, tertulis pula pembayaran dimuka atau DP yang ia terima. 

Rara juga blak-blakan soal tarifnya sebagai pawang hujan. 

Sosok Rara Istiani Wulandari, pawang hujan di Sirkuit Mandalika yang mejadi sorotan saat ajang MotoGP.
Sosok Rara Istiani Wulandari, pawang hujan di Sirkuit Mandalika yang mejadi sorotan saat ajang MotoGP. (Kolase Tribunnews.com: TribunBali/I Nyoman Mahayasa dan KOMPAS.com/Benediktus Agya Pradipta)

Dalam pengakuannya pada tahun 2019 tersebut, Rara mengaku dibayar Rp 1-juta hingga Rp 2 juta untuk acara pernikahan. 

Tetapi untuk acara besar seperti acara menteri ia dibayar sekitar Rp 10 juta. 

Sedangkan untuk acara kampanye, ia dibayar Rp 5 juta sehari. 

Sementara dalam gelaran GP Mandalika 2022 yang digelar pada Minggu (20/3/2022) kemarin, Rara mengatakan dibayar hingga tiga digit atau rausan juta rupiah. 

"Kalau saya boleh jujur, gaji saya menghandel event ini mencapai tiga digit (red: ratusan juta)," kata Rara, sebagaiman diberitakan Tribunnews.com.

Tidur hingga 23 jam dan makan hingga 4 piring

Masih dalam pengakuannya dalam wawancara pada 2019, Rara mengaku setelah bertugas menjadi pawang hujan, ia membutuhkan waktu istirahat atau tidur panjang. 

Selepas bertugas sebagai pawang hujan di sebuah acara besar, Rara mengatakan butuh tidur hingga 23 jam. 

"Sesudah kerja, tidur bisa sampai 23 jam tidak bangun," ujarnya. 

Tidak hanya itu, saat bertugas sebagai pawang hujan, Rara mengaku banyak makan. 

Ia mengatakan bisa makan hingga 4 piring. 

"Saat pawang hujan ini berjalan, saya makannya banyak. Saya bisa 3-4 piring," ungkapnya. 

Dalam ritualnya, Rara menggunakan cara adat Bali yakni dengan menggunakan dupa dan canang, atau sesajen dalam adat Jawa. 

"Saya masih ala Bali. Saya pakai dupa, pakai canang . Itu mayoritas kalau orang Jawa sesajen , nah itu kita untuk say hay," bebernya. 

(Tribunnews.com/Daryono)

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Kini Viral, Pawang Hujan GP Mandalika, Rara Istiati Pernah Blak-blakan, Makan 4 Piring saat Bertugas

Sumber: Tribunnews
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved