Virus Corona

Vaksin Sinovac Hanya Mampu Cegah Penularan Covid pada Balita sebesar 38 Persen

Sebuah penelitian di Chili mengungkapkan bahwa vaksin merek Sinovac hanya dapat mencegah penularan Covid-19 pada balita sebesar 38 persen.

Jeff Kowalsky | AFP | Getty Images
Ilustrasi vaksinasi pada anak - Menurut sebuah penelitian di Chili mengungkapkan, vaksin merek Sinovac hanya dapat mencegah penularan Covid-19 pada balita sebesar 38 persen. 

TRIBUNTERNATE.COM - Menurut sebuah penelitian di Chili, vaksin merek Sinovac hanya dapat mencegah penularan Covid-19 pada balita sebesar 38 persen.

Menurut penelitian itu, balita yang menerima dua dosis vaksin Sinovac hanya memperoleh pertahanan "rendah" terhadap infeksi Omicron.

Akan tetapi, vaksin ini memberikan perlindungan yang lebih tinggi terhadap berkembangnya penyakit Covid-19 yang parah pada balita.

Para peneliti, yang meneliti sekitar 490.000 anak usia 3 hingga 5 tahun, mengatakan bahwa vaksin Sinovac memiliki tingkat efektivitas 38 persen terhadap Covid-19, 65 persen terhadap rawat inap, dan 69 persen terhadap gejala parah.

Dikutip dari The Straits Times, penelitian berlangsung selama wabah Omicron di Chili antara Desember dan Februari dan dilakukan oleh para peneliti yang sebagian besar bekerja untuk universitas lokal serta kementerian kesehatan negara itu.

Hasilnya, yang diunggah sebagai pracetak di Research Square, belum mendapatkan peer-review, namun hasil penelitian ini menawarkan wawasan tentang bagaimana vaksin bekerja terhadap varian yang lebih menular.

Mereka juga menjelaskan kemanjuran vaksin Covid-19 pada anak-anak, karena penyebaran Omicron menyebabkan lebih banyak rawat inap anak di rumah sakit.

Baca juga: Vaksin Covid-19 Novavax Efektif 82 Persen Melindungi dari Virus Corona

Baca juga: Pfizer Sebut Orang Perlu Vaksin Covid-19 Dosis Keempat, Memang Benar Dibutuhkan atau Bisnis Belaka?

Seorang anak menjalani tes asam nukleat untuk virus corona di Wuhan di provinsi Hubei tengah China pada 3 Agustus 2021, ketika kota itu menguji seluruh populasinya untuk Covid-19.
Ilustrasi Covid-19 pada balita. (STR/AFP)

Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa tingkat perlindungan vaksin Sinovac secara substansial lebih rendah daripada perkiraan yang telah ada sebelumnya.

Penelitian sebelum ini, membahas tentang efektivitas dua dosis vaksin Sinovac pada anak-anak 6 hingga 16 tahun, ketika varian Delta dominan.

Dalam penelitian itu, perkiraan efektivitasnya adalah 75 persen terhadap penularan Covid-19, 91 persen untuk pencegahan rawat inap, dan 94 persen terhadap gejala berat.

Baca juga: Wajib Segera Booster, Ternyata Perlindungan Vaksin Terhadap Gejala Sedang Berkurang dalam 5 Bulan

Studi laboratorium sebelumnya dari seluruh dunia telah menunjukkan bahwa Omicron secara signifikan mengurangi efektivitas berbagai vaksin, termasuk vaksin dengan metode mRNA.

Penelitian dari Hong Kong telah menemukan bahwa suntikan booster yang menggunakan vaksin mRNA dapat meningkatkan tingkat perlindungan antibodi terhadap Omicron.

Namun, suntikan Sinovac dosis ketiga tidak bisa meningkatkan perlindungan terhadap Omicron.

Vaksin Sinovac adalah salah satu vaksin Covid yang paling banyak digunakan di dunia, dengan lebih dari 260 juta dosis telah diberikan kepada masyarakat pada pertengahan Maret 2022.

Vaksin tersebut juga telah disetujui untuk digunakan untuk anak berusia tiga tahun di 14 yurisdiksi, mulai dari China daratan dan Hong Kong hingga Thailand dan Brasil.

(TribunTernate.com/Qonitah)

  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved