Halmahera Timur
Halmahera Timur Berbenah Menuju Transformasi Kemajuan

Andika Perkasa Hapus Tes Renang & Akademik hingga Bolehkan Keturunan PKI Ikut Seleksi Prajurit TNI

Kebijakan ini diambil pada saat yang bersamaan dalam Rapat Koordinasi Penerimaan Prajurit TNI Tahun 2022 yang dipimpin Jenderal Andika Perkasa.

Tribunnews/Jeprima
Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa menghapus sejumlah ketentuan dalam proses seleksi penerimaan Prajurit TNI 2022. 

TRIBUNTERNATE.COM - Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa menghapus sejumlah ketentuan dalam proses seleksi penerimaan prajurit TNI periode 2022.

Sejumlah ketentuan seleksi penerimaan prajurit TNI yang dihapuskan oleh Andika Perkasa yakni tes renang dan tes akademik serta larangan keturunan Partai Komunis Indonesia (PKI) bergabung menjadi prajurit TNI.

Kebijakan tersebut diambil pada saat yang bersamaan dalam Rapat Koordinasi Penerimaan Prajurit TNI Tahun 2022 yang dipimpin langsung oleh Jenderal Andika Perkasa.

Seleksi penerimaan prajurit TNI sendiri meliputi perwira prajurit karier, bintara prajurit karier, dan tamtama prajurit karier.

Adapun pencabutan mekanisme tes renang dan tes akademik diputuskan Andika setelah ia mendengar paparan dari anak buahnya. Kebijakan ini berlaku dalam proses seleksi di tingkat daerah hingga pusat.

“Itu tidak usah lagi, kenapa renang? Jadi nomor tiga kenapa? Karena apa? Kita enggak fair juga ada orang yang enggak pernah renang, nanti enggak fair, sudahlah,” kata Andika, dikutip dari Kompas.com, Kamis (31/3/2022).

Andika juga menjelaskan, mekanisme penerimaan prajurit juga tak perlu lagi menerapkan tes akademik. Menurutnya, dalam bidang akademik, cukup mengambil dari nilai ijazah.

Baca juga: Maafkan Masa Lalu Kelam, Jenderal Andika Perkasa Terima Mantan Pemabuk jadi Perwira TNI

Baca juga: Miliki Modal Sosial Tinggi & Bersih dari Kasus Hukum, Andika Perkasa Dinilai Layak Maju Pilpres 2024

“Menurut saya, tes akademik ini sudah ambil saja IPK, terus transkripnya, karena bagi saya yang lebih penting yaitu tadi ijazahnya saja, ijazah SMA itulah akademik mereka,” jelas Andika.

“Enggak usah lagi ada tes akademik, tes akademik ya tadi, ijazahnya tadi. Kalau ada ujian nasional, udah itu lebih akurat lagi, itulah dia,” sambung dia.

Di penghujung rapat, Andika juga memerintahkan anak buahnya untuk segera memperbaiki mekanisme penerimaan prajurit.

“Jadi yang saya suruh perbaiki, perbaiki, tidak usah ada paparan lagi karena sangat sedikit. Tapi setelah diperbaiki, itu yang berlaku. Jadi yang PR harus membuat Perpang (Peraturan Panglima TNI) segala macam, segera dibuat,” tukasnya.

Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa saat menggelar konferensi pers di Markas Besar TNI Angkatan Darat, Jakarta Pusat, Selasa (9/3/2021).
Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa saat menggelar konferensi pers di Markas Besar TNI Angkatan Darat, Jakarta Pusat, Selasa (9/3/2021). (TRIBUNNEWS/JEPRIMA)

Hapus Larangan Keturunan PKI Tak Boleh Ikut Seleksi Prajurit TNI

Tak hanya menghapus tes renang dan tes akademik, Andika Perkasa juga memutuskan untuk memperbolehkan keturunan PKI mengikuti seleksi prajurit TNI.

Langkah ini ditempuh Andika dengan mencabut ketentuan yang selama ini diterapkan dalam proses seleksi prajurit, yakni keturunan PKI dilarang mengikuti proses seleksi prajurit.

Awalnya, Andika mempertanyakan mengenai adanya ketentuan larangan “keturunan” dalam mekanisme penerimaan prajurit.

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved