Kalah dengan Jamu, Reog Ponorogo Tak Didaftarkan ke UNESCO, Bupati Ponorogo Kecewa pada Nadiem
Diketahui Mendikbudristek Nadiem Makarim tidak mendaftarkan kesenian Reog Ponorogo sebagai warisan budaya tak benda ke UNESCO dan lebih memilih jamu.
“Kesenian adiluhung reog Ponorogo menjadi satu-satunya warisan budaya yang masuk dalam prioritas pertama yang diusulkan dalam berkas usulan daftar warisan budaya tak benda yang membutuhkan pelindungan mendesak (form ICH-01)," ujar dia.
"Sementara warisan budaya yang lain tidak masuk dalam prioritas tersebut."
"Mengapa Mas Menteri Nadiem tidak memilih Reog Ponorogo sebagai pengusulan berkas nominasi yang masuk dalam daftar warisan budaya tak benda yang membutuhkan pelindungan mendesak?" kata Kang Giri.
Jerit seniman reog
Salah satu seniman reog Ponorogo, Heru Purnomo juga merasa kaget dengan keputusan Mendikbudristek yang lebih memilih mengusulkan jamu ke UNESCO.
Baca juga: Jabat Mendikbudristek RI, Ini Gebrakan Nadiem Makarim Sepanjang Tahun 2021
Baca juga: Jokowi Sebut Indonesia Beruntung Punya Nadiem sebagai Mendikbudristek, Puji Program Merdeka Belajar
“Kami terus terang kaget dengan keputusan Mendikbudristek yang mengabaikan suara wong cilik."
"Kami selama pandemi Covid-19 merasakan betul kesulitan itu."
"Para seniman menjerit karena kesulitan melakukan pentas," kata Heru.
Kondisi itu diperparah dengan berita Malaysia yang mau mendaftarkan reog ke UNESCO.
"Negara tidak hadir untuk rakyat. Kami minta Menteri merevisi keputusannya dan mengusulkan Reog ke UNESCO sebagai bukti keberpihakan pada wong cilik," kata Heru.
Menurutnya, penetapan kesenian Reog Ponorogo ke dalam daftar warisan budaya tak benda UNESCO bertujuan agar diakui dunia internasional sehingga mampu memulihkan sektor pariwisata di Indonesia setelah pandemi
Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Menteri Nadiem Lebih Pilih Jamu Ketimbang Reog, Bupati Ponorogo Kecewa Berat