Densus 88 Dalami Rencana NII Gulingkan Pemerintah sebelum Pemilu 2024, Ultimatum Anggota Aktifnya
Tim Densus 88 Antiteror Polri mengungkap bahwa para petinggi NII ingin melengserkan pemerintah sebelum Pemilu 2024.
Namun dari pengakuan tersangka yang ditangkap, ada 400 anggota aktif NII di Sumatera Barat (Sumbar).
"Itu kan baru di crosscheck daftarnya karena itu keterangan dari mereka. Sehingga sama seperti klaim bahwa ada jutaan pengikut NII kita juga gak tau siapa yang jutaan ini. Dari mereka seperti itu. Memang kita akan coba dalami satu persatu," ungkap dia.
Lebih lanjut, Aswin mengaku pihaknya memiliki cara tersendiri untuk mengawasi pergerakan anggota NII aktif untuk tak melakukan tindak pidana yang bisa mengganggu ketertiban masyarakat.
"Kita punya cara tersendiri nanti kita terangkan. Monitoring, observasi, kita punya cara sendiri terhadap anggota aktif NII itu. Sementara selebihnya kita tentu harapkan dengan adanya penangkapan atau penegakan hukum ini segera menghentikan dan meninggalkan ajaran dan kelompoknya ini," jelas dia.
Aswin mengingatkan risiko bagi anggota NII yang masih kerap aktif.
Mereka dipastikan bakal berhadapan dengan penegakan hukum oleh Densus 88.
"Karena apapun ceritanya konsekuensi daro bergabung atau menjadi bagian dari sebuah kelompok yang sudah dinyatakan sebagai kelompok atau kelompok yang dinyatakan atau akan dinyatakan kaum terorisme akan berisiko seseorang berhadapan dengan proses penegakan hukum," pungkasnya.
Rencana Gulingkan Pemerintahan
Diberitakan sebelumnya, Kelompok teroris Negara Islam Indonesia (NII) Sumatera Barat (Sumbar) ternyata merencanakan sejumlah aksi teror.
Satu di antaranya yakni berencana menggulingkan pemerintah Joko Widodo (Jokowi) sebelum pemilu 2024.
Hal itu terungkap seusai penyidik memeriksa 16 tersangka teroris NII yang ditangkap di Sumbar. Dugaan itu semakin diperkuat seusai menemukan barang bukti yang terkait rencana kelompok NII di Sumbar.
"Barang bukti yang ditemukan juga menunjukkan sejumlah rencana yang tengah dipersiapkan oleh jaringan NII Sumatra Barat yakni upaya melengserkan pemerintah yang berdaulat sebelum tahun pemilu 2024," kata Kepala Bagian Bantuan Operasi Densus 88 Antiteror Polri Kombes Aswin Siregar saat dikonfirmasi, Senin (18/4/2022).
Tak hanya itu, kata Aswin, penyidik juga menyita sejumlah barang bukti yang ditemukan dalam bentuk dokumen tertulis menunjukkan bahwa jaringan NII di Sumatra Barat memiliki visi-misi yang sama persis dengan NII Kartosuwiryo.
"Yakni mengganti ideologi Pancasila dan sistem pemerintahan Indonesia saat ini dengan syari’at Islam, sistem khilafah, dan hukum Islam," ungkap Aswin.
Lebih lanjut, Aswin mengungkapkan ada rencana NII Sumbar yang bakal melakukan sejumlah teror. Hal tersebut karena mereka tengah mempersiapkan senjata tajam yang disebutkan sebagai golok.