Halmahera Timur
Halmahera Timur Berbenah Menuju Transformasi Kemajuan

Berikut Jumlah Terbaru Penyakit Kusta per Puskesmas di Pulau Morotai Tahun 2022

elama periode Januari hingga April 2022, Dinas Kesehatan dan Keluarga Berencana Pulau Morotai menemukan 5 kasus baru penyakit kusta.

Penulis: Fizri Nurdin | Editor: Munawir Taoeda
TribunTernate.com/Fizri Nurdin
PENYAKIT KUSTA: Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Dinas Kesehatan dan Keluarga Berencana Pulau Morotai, Syahrir Adam, Kamis (21/4/2022) 

TRIBUNTERNATE.COM - Selama periode Januari hingga April 2022, Dinas Kesehatan dan Keluarga Berencana Pulau Morotai menemukan.

5 kasus baru penyakit kusta, yang berasal dari wilayah kerja (Wilker) Puskesmas Sangowo, Morotai timur, Pulau Morotai.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Dinas Kesehatan dan Keluarga Berencana, Syahrir Adam menjelaskan.

Penularan penyakit kusta paling banyak ditemukan di Puskesmas Morotai Selatan dan Puskesmas Morotai Timur.

Baca juga: Percepat Vaksin Booster, Kemenag Halmahera Barat Gelar Vaksinasi Masal

"Dari beberapa puskesmas, paling dominan kasusnya ya di dua puskesmas tadi, "jelasnya, Kamis (21/4/2022).

Dijelaskan, sejak 2020 hingga saat ini. Jumlah warga yang terkena penyakit kusta terpantau fluktuatif.

"Dari data yang dimiliki, kita catat ada 64 kasus, termasuk 5 kasus baru tadi."

"Angkanya selalu fluktuatif, karena ada yang sembuh, ada pula yang terkena, "paparnya.

Berikut data kasus kusta di Pulau Morotai 2022.

Puskesmas Daruba 21 kasus.
Puskesmas Sabatai 11 kasus.
Puskesmas Sangowo 8 kasus
Puskesmas Buho-buho 2 kasus.
Puskesmas Bere-bere 2 kasus.
Puskesmas Sopi 3 kasus.
Puskesmas Libano 1 kasus.
Puskesmas Morodadi 4 kasus.
Puskesmas Tiley 2 kasus.
Puskesmas Wayabula 8 kasus.
Puskesmas Cio Maluleo 0 kasus.
Puskesmas Posi-posi 1 kasus.
Puskesmas Leo-leo 2 kasus.

Baca juga: Amankan Mudik Lebaran 2022 di Maluku Utara, Sejumlah Personel Polairud Diterjunkan

Apa itu kusta? Kusta merupakan penyakit infeksi menular kronis, yang menyerang sistem saraf, kulit, selaput lendir hidung dan mata.

Penyakit ini disebabkan virus Mycobacterium Leprae atau telah terjangkitnya penyakit lepra, yang diakibatkan pola hidup tidak sehat. (*)

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved