Halmahera Timur
Halmahera Timur Berbenah Menuju Transformasi Kemajuan

2 Cara Penularan Hepatitis Akut Misterius: Diduga melalui Saluran Pencernaan dan Pernafasan

Untuk mencegah risiko infeksi, Prof Hanifah menyarankan agar orang tua meningkatkan kewaspadaan dengan melakukan tindakan pencegahan.

Istimewa
ILUSTRASI hepatitis. Meski belum diketahui pasti penyebab penyakit ini, Dokter Spesialis Anak Konsultan Gastro Hepatologi RSCM FK UI Prof. Dr. dr. Hanifah Oswari, Sp. A,  menyebutkan bahwa dugaan awal disebabkan oleh Adenovirus, SARS CoV-2, virus ABV dll. 

TRIBUNTERNATE.COM -- Penyakit hepatitis akut tengah merebak di tengah pandemi Covid-19 yang hingga saat ini belum usai.

Hepatitis akut ini disebut misterius karena hingga kini masih belum diketahui penyebabnya.

Hepatitis akut tersebut dialami oleh anak-anak.

Menurut laporan yang disampaikan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), kasus hepatitis akut sudah mengintai 20 negara dengan peningkatan 228 kasus.

Juru Bicara WHO Tarik Jasarevic dalam konferensi pers di Jenewa mengatakan ada tambahan 50 kasus dari 20 negara per 1 Mei 2022.

"Sebagian besar kasus berasal dari Eropa tetapi ada yang lain di Amerika, Pasifik Barat dan Asia Tenggara," katanya.

Kini, hepatitis akut misterius diduga telah masuk ke Indonesia. Tiga anak di Jakarta dilaporkan meninggal dunia.

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI sampai saat ini masih melakukan investigasi melalui pemeriksaan panel virus lengkap dan penyelidikan epidemiologi untuk mengetahui lebih lanjut penyebab dari penyakit ini.

Baca juga: Kemenkes RI: Kasus Hepatitis Akut Misterius Mulai Menyebar ke Daerah

Baca juga: Kemenkes Ungkap Tanda-tanda Hepatitis Akut pada Anak, Ini Tahapan Gejala yang Ringan hingga Gawat

Meski belum diketahui pasti penyebab penyakit ini, Dokter Spesialis Anak Konsultan Gastro Hepatologi RSCM FK UI Prof. Dr. dr. Hanifah Oswari, Sp. A,  menyebutkan bahwa dugaan awal disebabkan oleh Adenovirus, SARS CoV-2, virus ABV dll.

Virus tersebut utamanya menyerang saluran cerna dan saluran pernafasan.

Untuk mencegah risiko infeksi, Prof Hanifah menyarankan agar orang tua meningkatkan kewaspadaan dengan melakukan tindakan pencegahan.

Langkah awal yang bisa dilakukan dengan menjaga kebersihan diri dan lingkungan.

“Untuk mencegah dari saluran pencernaan, jagalah kebersihan dengan cara mencuci tangan dengan sabun, memastikan makanan atau minuman yang dikonsumsi itu matang, tidak menggunakan alat-alat makan bersama dengan orang lain serta menghindari kontak anak-anak kita dari orang yang sakit agar anak-anak kita tetap sehat,” jelas Peneliti di RSCM dan FK UI ini dalam keterangan pers pada Kamis (5/5).

Selain itu, untuk mencegah penularan Hepatitis Akut melalui saluran pernafasan dengan menerapkan protokol kesehatan Covid-19 seperti memakai masker, menjaga jarak dan mengurangi mobilitas.

Upaya lainnya yang dapat dilakukan masyarakat untuk mencegah penularan Hepatitis Akut adalah pemahaman orang tua terhadap gejala awal penyakit Hepatitis Akut.

Halaman
12
Sumber: Tribunnews
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved