Halmahera Timur
Halmahera Timur Berbenah Menuju Transformasi Kemajuan

Manusia akan Kehilangan Waktu Tidur di Malam Hari Apabila Pemanasan Global Terus Berlanjut

Pemanasan global diprediksi akan membuat manusia makin sulit untuk beristirahat dan tidur di malam hari karena suhu cuaca di seluruh dunia meningkat.

todayheadline.co
ILUSTRASI suhu udara tinggi karena pemanasan global. 

TRIBUNTERNATE.COM - Pemanasan global diprediksi akan membuat manusia makin sulit untuk beristirahat dan tidur di malam hari. Hal itu disebabkan oleh suhu cuaca di seluruh dunia yang terus naik.

Sebuah jurnal yang dipublikasikan di One Earth pada Jumat (20/5), menyebut bahwa setidaknya seorang manusia mengalami durasi tidur pendek selama dua minggu setiap tahun.

Mengutip WebMD, hal tersebut disebabkan oleh tingginya suhu yang disebabkan oleh pemanasan global.

Bahkan menurut Kelton Minor, penulis utama jurnal tersebut, kondisi sulit tidur ini akan lebih buruk dirasakan oleh kelompok rentan seperti orang lanjut usia.

"Perkiraan kurang tidur per derajat pemanasan akan dua kali lebih besar dirasakan oleh orang tua dibandingkan oleh orang dewasa yang lebih muda atau setengah baya."

"Begitu pula untuk penduduk yang tinggal di negara berpenghasilan rendah, perkiraan sulit tidur ini akan dirasakan tiga kali lebih besar, dan secara signifikan juga akan terasa sulit untuk para wanita dibandingkan pria," kata Minor.

"Yang terpenting, kami menemukan beberapa bukti bahwa sensitivitas suhu tidur di akhir masa dewasa dapat meningkat antara usia 60 dan 70, dengan besarnya perkiraan kurang tidur per derajat pemanasan meningkat lebih lanjut untuk mereka yang lebih tua dari 70 tahun," imbuhnya.

Minor mengatakan, proyeksi ini didasarkan pada data dari "eksperimen alam skala planet", di mana lebih dari 47.600 orang dari 68 negara mengenakan gelang pelacak tidur dari September 2015 hingga Oktober 2017.

Minor dan rekan-rekannya kemudian membandingkan 7,4 juta catatan tidur yang mereka kumpulkan dengan data cuaca dan iklim lokal, untuk melihat bagaimana panas mempengaruhi durasi tidur setiap peserta.

Baca juga: PBB: Jumlah Kasus Kebakaran Hutan di Dunia akan Meningkat karena Pemanasan Global

Baca juga: Hari Bumi 22 April 2022 Terpampang di Google Doodle, Tampilkan Dampak Perubahan Iklim

"Kami menemukan bahwa malam hari, secara random, lebih hangat dari rata-rata dan itu mengikis durasi tidur manusia dalam individu secara global," terang Minor.

"Kami memperkirakan bahwa durasi tidur manusia lebih sedikit dan kemungkinan tidur malam yang pendek meningkat saat suhu di malam hari menjadi lebih panas."

Data menunjukkan, pada malam yang sangat hangat, durasi tidur menurun rata-rata lebih dari 14 menit, dan kemungkinan tidur kurang dari tujuh jam meningkat seiring dengan kenaikan suhu.

Secara khusus, kata para peneliti, orang-orang cenderung tertidur lebih lambat dan bangun lebih awal saat cuaca panas.

Mereka juga menemukan bahwa orang yang sudah tinggal di iklim yang lebih hangat mengalami pengikisan durasi tidur yang lebih besar saat suhu naik.

"Orang dewasa tidak mengganti waktu tidur yang hilang pada malam-malam berikutnya, tidak mengkompensasi kurang tidur malam hari dengan istirahat siang hari, dan tampaknya mereka juga tidak menyesuaikan diri dengan suhu hangat yang lebih umum selama periode musim panas," katanya.

Halaman
12
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved