Usai Ditolak di Singapura, UAS ke Maluku Utara, Polisi Pastikan Kedatangannya
Polres Ternate Maluku Utara bangun koordinasi ke panitia untuk memastikan kedatangan Ustad Abdul Somad (UAS) ke Maluku Utara.
Penulis: Randi Basri | Editor: Mufrid Tawary
TRIBUNTERNATE.COM- Polres Ternate Maluku Utara bangun koordinasi ke panitia untuk memastikan kedatangan Ustad Abdul Somad (UAS) ke Maluku Utara.
Sebab, rencana kedatangan UAS itu akan dikawal khusus.
Rencana kedatangan UAS di Maluku Utara bakal mengunjungi beberapa daerah untuk melaksanakan safari dakwah.
"Yang jelas sampai sekarang kami masih bangun koordinasi dengan panitia, karena kami juga belum tau siapa panitianya. Jika UAS jadi datang kami siap memberikan pengamanan,"Ujar Kapolres Ternate, AKBP Andik Purnomo Sigit, Senin (23/05/2022)
Beberapa waktu lalu Ustad Abdul Somad mengaku dirinya ditahan di Imigrasi Singapura di ruangan 1x2 meter.
Ustaz Abdul Somad awalnya menduga ia dideportasi dan dicekal Singapura.
Ustad Abdul Somad dalam keterangnya mengaku mengunjungi Singapura hanya untuk berlibur.
Namun, Dubes RI untuk Singapura kemudian mengklarifikasi Ustaz Abdul Somad hanya tak diizinkan masuk.
Baca juga: UAS Dikabarkan Safari Dakwah ke Jailolo, Polres Halmahera Barat Siapkan Pengamanan
Baca juga: Tak Terima UAS Ditolak Masuk Negeri Singa, Perisai akan Gelar Demo Solidaritas di Kedubes Singapura
Pria yang akrab disapa UAS itu bahkan sempat mempertanyakan alasan dirinya tak diizinkan masuk ke negara Kota Singa tersebut.
Sejak kabar itu mencuat, ia pun tak mengetahui penjelasan pasti terkait alasan dirinya dicekal pemerintah Singapura.
Kini, Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Singapura akhirnya buka suara.
Kemendagri Singapura membeberkan alasan Ustad Abdul Somad dicekal atau ditolak di negaranya.
Dikutip dari Kompas.com, diungkap Kemendagri Singapura, UAS tak diizinkan masuk karena terkait konten ceramahnya.
Lewat keterangan tertulis, Kemendagri Singapura mengungkap sosok Ustaz Abdul Somad dianggap sebagai penceramah ekstremis.
Menurutnya, Ustaz Abdul Somad dicekal karena ajarannya yang terlarang di Singapura. (*)