Halmahera Timur
Halmahera Timur Berbenah Menuju Transformasi Kemajuan

Singapura Seriusi Ancaman Pengikut Ustaz Abdul Somad soal Rencana Serangan Mirip Tragedi 9/11 di AS

Singapura menyebut bahwa pengikut Ustaz Abdul Somad telah menyerukan ancaman serius bagi negaranya, yakni mereka ingin menyerang layaknya tragedi 9/11

TRIBUNNEWS/JEPRIMA
Para pengikut Ustaz Abdul Somad (UAS) mengancam Singapura di mana mereka akan menyerang negara itu seperti tragedi 9/11 di Amerika Serikat. 

Shanmugam juga mengungkapkan bahwa beberapa orang yang telah diselidiki di bawah Undang-Undang Keamanan Internal adalah para pengikut Ustaz Abdul Somad.

Bahkan, salah satunya adalah seorang remaja berusia 17 tahun yang ditahan pada Januari 2020 lalu.

Remaja itu telah menonton ceramah UAS tentang bomo bunuh diri di YouTube dan mulai percaya bahwa apabila dia berjuang untuk ISIS dan menjadi pelaku bom bunuh diri, dia akan mati syahid.

"Jadi, Anda bisa melihat, khotbah Somad memiliki konsekuensi di dunia nyata," tegas Shanmugam.

Tangkapan layar
Tangkapan layar postingan @attarbiyahofficial di Instagram setelah Ustaz Abdul Somad ditolak masuk ke Singapura. (Instagram/@attarbiyahofficial via CNA)

Singapura Sudah Pantau Ustaz Abdul Somad karena Sebarkan Radikalisme

MHA mencatat bagaimana Ustaz Abdul Somad telah memberitakan bahwa bom bunuh diri adalah sah dalam konteks konflik Israel-Palestina, dan dianggap sebagai tindakan 'syahid'.

MHA juga menyebutkan, UAS juga membuat komentar yang merendahkan anggota agama lain, seperti Kristen, dengan menggambarkan salib Kristen sebagai tempat tinggal "jin (roh/setan) kafir".

UAS juga secara terbuka menyebut non-Muslim sebagai kafir.

Shanmugam mengatakan bahwa seseorang yang mengatakan ini di Singapura akan dikunjungi oleh Departemen Keamanan Dalam Negeri dan dimasukkan ke balik jeruji besi.

"Bahasanya, retorikanya, seperti yang Anda lihat, sangat memecah belah, sama sekali tidak dapat diterima di Singapura," katanya.

"Kerukunan ras, agama, kami menganggap (ini) mendasar bagi masyarakat kami dan sebagian besar warga Singapura menerima itu."

"Somad, kami telah mengenalnya selama beberapa waktu, beberapa orang yang telah diselidiki ISD di Singapura untuk radikalisasi, salah satu hal yang kami tangkap adalah bahwa mereka menonton video Somad, mengikuti khotbahnya," tambah Shanmugam.

Shanmugam mencatat popularitas Somad di Indonesia, dengan 6,5 juta pengikut di Instagram, 2,7 juta pelanggan di YouTube dan lebih dari 700.000 pengikut di Facebook.

"Ini adalah perspektif saya sendiri, penolakan telah memberinya publisitas," kata Shanmugam.

"Jadi dia memanfaatkan publisitas secara maksimal dan di sini, sekarang, menurut pandangan saya, terlibat dalam lebih banyak aksi publisitas, dia mengatakan bahwa dia akan mencoba memasuki Singapura lagi."

Baca juga: 5 Negara Ini Pernah Tolak Ustaz Abdul Somad, Terbaru Singapura, Apa Alasannya?

Baca juga: Ustaz Abdul Somad Benarkan Kabar Dirinya Dideportasi dari Singapura, Sebut Alasannya Tidak Jelas

Halaman
123
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved