Halmahera Timur
Halmahera Timur Berbenah Menuju Transformasi Kemajuan

Virus Corona

Apakah Indonesia Sudah Transisi ke Endemi Covid-19? Ini Penjelasan Ketua Satgas Covid-19 IDI

Ketua Satuan Tugas Penanganan Covid-19 IDI Zubairi Djoerban menjelaskan tentang apakah Indonesia sudah memasuki masa endemi.

Kompas.com/Sania Mashabi
Dokter spesialis penyakit dalam (internis) sekaligus Ketua Satgas Covid-19 Ikatan Dokter Indonesia (IDI), Prof. Dr. Zubairi Djoerban, Sp.PD-KHOM. Zubairi Djoerban menjelaskan tentang apakah Indonesia sudah memasuki masa endemi. 

Zubairi Djoerban juga menyinggung soal vaksinasi Covid-19 dalam bahasan soal endemi ini.

Menurutnya, cakupan vaksinasi Covid-19 di Indonesia sudah cukup bagus.

Sebab, kalangan orang dewasa yang sudah divaksin mencapai lebih dari 70 persen. Kaum lansia atau lanjut usia hampir mendekati persentase tersebut.

Sementara, pelaksanaan vaksin booster atau dosis ketiga juga sudah mulai banyak.

"Usia dewasa sudah lebih dari 70 persen. Usia lanjut kurang sedikit. Booster juga sudah mulai lumayan banyak. Kalau dibandingkan dengan negara lain, cakupan vaksinasi kita juga sudah lumayan bagus," terang Profesor Beri.

Diketahui, data per Selasa (7/6/2022) kemarin menunjukkan, ada 200.629.176 orang yang mendapat suntikan vaksin dosis pertama, 167.796.320 orang mendapat suntikan vaksin dosis kedua, dan 46.817.474 orang telah disuntik vaksin dosis ketiga (booster). 

4. Perbandingan dengan situasi negara tetangga

Zubairi Djoerban selanjutnya menjelaskan kondisi Covid-19 di Indonesia jika dibandingkan dengan negara-negara lain.

Menurut Zubairi, dalam hal angka kasus harian, peringkat Indonesia berada jauh di bawah Singapura, Malaysia, dan Australia.

Terlebih saat ini, Korea Utara menduduki peringkat satu dunia, yakni mencapai 54.620 kasus dalam sehari (berdasarkan data worldometers.info per Rabu (8/6/2022) siang).

"Kita jauh di bawah. Masih di bawah Singapura, Malaysia, Australia, apalagi Korea Utara yang saat ini ranking satu dunia." tulis Zubairi.

5. Jumlah orang yang dites di Indonesia masih sedikit

Meski demikian, Zubairi Djoerban tidak menampik bahwa jumlah testing atau pengujian baik sampel maupun orang yang dites di Indonesia masih rendah.

Namun, angka tes itu juga harus dilihat dengan catatan bed occupancy rate atau BOR.

Rendahnya BOR atau keterisian tempat tidur di rumah sakit juga menjadi indikasi bahwa kasus infeksi Covid-19 Indonesia menurun dan siap memasuki tahap endemi.

Halaman
1234
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved