Virus Corona
Apakah Indonesia Sudah Transisi ke Endemi Covid-19? Ini Penjelasan Ketua Satgas Covid-19 IDI
Ketua Satuan Tugas Penanganan Covid-19 IDI Zubairi Djoerban menjelaskan tentang apakah Indonesia sudah memasuki masa endemi.
Selain itu, rendahnya BOR menunjukkan bahwa rumah sakit sekarang tak lagi dibanjiri pasien Covid-19 dengan gejala parah dan butuh perawatan.
Sehingga, bisa dibilang bahwa positivity rate mingguan di Indonesia juga bagus.
"Betul. Namun hal itu bisa terkoreksi dengan BOR. Kalau sakitnya Sang Pasien parah karena Covid-19 kan pasti ke rumah sakit. Faktanya rumah sakit sepi. Dus, positivity rate mingguan kita juga bagus," papar Zubairi.
Baca juga: Demi Konten, Pengunjung Kebun Binatang Nekat Lompat Pagar hingga Ditarik Orang Utan, Kini Minta Maaf
Baca juga: Tangkap Abdul Qadir Hasan Baraja, Polisi Kaget Aliran Dana Masuk ke Khilafatul Muslimin Sangat Besar

6. Dampak mudik Lebaran berpengaruh?
Zubairi Djoerban menyinggung kekhawatirannya mengenai dampak mudik Lebaran 2022.
Namun, menurutnya, sejak dua bulan dari awal puasa, tidak terjadi lonjakan kasus yang signifikan di Indonesia.
Padahal, jumlah penduduk yang melakukan mudik mencapai puluhan juta orang.
Oleh karenanya, kata Zubairi, Indonesia sudah memasuki tahap endemi.
"Awalnya kita khawatir soal itu. Apalagi yang mudik tercatat ada puluhan juta orang. Tapi, sudah dua bulan dari awal puasa, lonjakan kasus tidak terjadi. Maka, bisa dikatakan, sekarang ini kita sudah masuk tahap endemi," tulis Zubairi.
7. Sifat Endemi
Zubairi Djoerban pun menjelaskan apakah sifat endemi ini akan bertahan untuk seterusnya.
Kata Zubairi, masih ada kemungkinan adanya kenaikan kasus infeksi, sebab Covid-19 adalah penyakit yang sifatnya sangat dinamis.
Oleh karenanya, Prof Beri menegaskan pentingnya masyarakat untuk tetap waspada dan menjaga protokol kesehatan.
"Covid-19 itu penyakit yang dinamis. Amat dinamis. Jadi, masih ada kemungkinan terjadi kenaikan. Harus tetap waspada dan taat prokes." lanjut Prof Beri.
Selain itu, Zubairi Djoerban menegaskan bahwa endemi bukan berarti Covid-19 akan menghilang.
Namun, Covid-19 tetap ada di sekitar kita, hanya saja sifatnya akan seperti halnya flu, yakni batuk, pilek, dan bersin.