Selasa, 5 Mei 2026
Halmahera Timur
Halmahera Timur Berbenah Menuju Transformasi Kemajuan

Dengar Keluhan Para Petani, Jokowi Minta Menteri LHK Urusi Tanah-tanah Telantar agar Bisa Produktif

Urusan soal lahan telantar diserahkan Jokowi kepada Menteri LHK, Siti Nurbaya Bakar serta Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN).

Tayang:
Warta Kota/Alex Suban
Presiden Joko Widodo (kiri) saat meninjau lahan lokasi ibu kota negara yang baru di Kecamatan Sepaku, Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, Selasa (17/12/2019). 

TRIBUNTERNATE.COM - Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta jajarannya untuk mengelola lahan perhutanan sosial yang telantar dan tidak profuktif.

Kepala Negara tak ingin ada lahan telantar yang dibiarkan begitu saja tanpa menghasilkan sesuatu yang bermanfaat bagi masyarakat Indonesia.

Hal ini disampaikan Jokowi dalam acara Syukuran Hasil Bumi Gerakan Masyarakat (Gema) Perhutanan Sosial di Lapangan Omah Tani, Kabupaten Batang, Jawa Tengah pada Rabu (8/6/2022) siang.

Dalam acara tersebut, Jokowi juga didampingi oleh Menteri Sekretaris Negara (Mensetneg) Pratikno, Menteri BUMN Erick Thohir, Menteri Investasi/Kepala BKPM Bahlil Lahadalia, Menteri LHK Siti Nurbaya Bakar, dan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo.

Urusan soal lahan telantar itu kemudian diserahkan Presiden kepada Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Siti Nurbaya Bakar dan Badan Pertanahan Nasional (BPN) untuk segera ditindaklanjuti.

"Jangan sampai kita biarkan ada lahan yang telantar, ada lahan yang tidak produktif, benar? Ada lahan yang tidak digunakan apa-apa dibiarkan, enggak boleh."

"Semuanya harus produktif. Nanti itu urusannya Bu Menteri Kehutanan. Ada lahan misalnya HGU sudah lebih dari 10 tahun, lebih dari 20 tahun tidak diapa-apain, itu nanti urusannya Bu Menteri LHK plus Pak Menteri BPN," tutur Jokowi dikutip dari YouTube Sekretariat Presiden, Rabu (8/6/2022).

Baca juga: Kata Thamrin Marsaoly, Bila Harga Komoditas Naik, Petani Dapat Keuntungan

Baca juga: BSI Cairkan Dana KUR Rp 2 Miliar untuk Petani Holtikultura Halmahera Utara

Presiden Jokowi minta Menteri LHK urusi tanah-tanah telantar.
Presiden Jokowi minta Menteri LHK urusi tanah-tanah telantar. (YouTube/Sekretariat Presiden)

Baca juga: Sempat Beredar Isu Keretakan, Jokowi Sebut Megawati Sudah Seperti Ibu Kandungnya Sendiri

Baca juga: Viral Video Pemukulan di Kantor Pajak, Ditjen Pajak Beri Penjelasan, Begini Kronologinya

Baca juga: Kenaikan Tarif Wisata Candi Borobudur Ditunda, Ganjar Pranowo Sebut Harga Tiket Masih Bisa Berubah

Lebih lanjut, Jokowi menilai bahwa lahan perhutanan sosial berperan penting bagi petani dan rakyat untuk bisa membuka usaha.

Ia pun meminta Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dan juga Gubernur Jawa Tengah untuk memberikan fasilitas pendampingan terkait manajemen serta sarana dan prasarana.

"Saya juga minta agar para petani perhutanan sosial ini juga diperhatikan sarana dan prasarananya betul? Setuju mboten? Nggih?"

"Sekarang kembali ke Bu Siti, karena yang memberikan SK itu Bu Siti."

"Saya minta juga agar ada percepatan dalam rangka redistribusi lahan maupun juga SK-nya. Nggih setuju nggih?"

"Bu Siti mohon didengarkan beliau-beliau ini,” ucap Jokowi di depan para petani dan rakyat Batang yang hadir.

Baca juga: Jokowi Bicara Empat Mata dengan Megawati di Tengah Isu Tak Akur, Apa yang Dibahas?

Baca juga: Polda Metro Jaya: Khilafatul Muslimin Berniat Ganti Ideologi Pancasila dengan Khilafah

Dunia Krisis Bahan Pangan, Jokowi Minta Para Petani Tanam Bahan Makanan Pokok

Dalam kesempatan ini, Jokowi juga menyinggung situasi dunia yang sedang tak stabil karena pandemi Covid-19 serta perang Rusia-Ukraina. Karena sejumlah permasalahan itu, saat ini banyak negara mengalami kekurangan pangan.

Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved