Tiga Tahun Terakhir, Polres Morotai Catat 15 Korban Meninggal Dunia Akibat Kecelakaan Lalu Lintas
Polres Pulau Morotai melalui Satlantas mencatat sebanyak 15 orang meninggal dunia akibat kecelakan lalu lintas kurun waktu 3 tahun terakhir.
Penulis: Fizri Nurdin | Editor: Munawir Taoeda
TRIBUNTERNATE.COM - Kurun waktu tiga tahun terakhir, Satlantas Polres Pulau Morotai mencatat jumlah kematian akibat kecelakaan sebanyak 15 orang.
Brigadir Satlantas Polres Pulau Morotai, Briptu Riski M Nurdin kepada TribunTernate.com, Jumat (10/6/2022) menjelaskan.
Pada 2021, jumlah kecelakaan meningkat, yang awalnya pada 2020 hanya beberapa saja, sedangkan pada 2022 hanya ada satu korban meninggal dunia.
"2021 itu mengalami peningkatan, dengan jumlah 8 korban meninggal dunia dalam 7 kejadian."
Baca juga: Anggota Polda Maluku Utara Mendadak Tes Urien dari Propam
"Pada 2020, ada 6 korban, sementara pada 2022 ini memasuki bulan keenam, ada satu korban juga, "ungkapnya.
Riski mengaku, angka kecelakaan meningkat setelah melandainya pandemi covid-19.
"Di mana kejadian tersebut mengalami peningkatan, karena mungkin pada kondisi 2020 itu, pasca covid-19 sehingga pergerakan masyarakat juga banyak."
"Juga karena momen-momen banyak yang mengunjungi wisata dan lainnya."
"Biasanya terjadi kerawanan yang paling meningkat di bulan Juni hingga September, "katanya.
Riski menuturkan kecelakaan terjadi di Pulau Morotai ini banyak diluar pusat Kota Daruba.
"Terus kebanyakan kejadian ini diluar dari kota, untuk 2022 itu sampai bulan Juni ini."
"Terjadi penurunan angka kecelakaan, hanya satu orang meninggal dunia, "ujarnya.
Baca juga: Kejari Morotai Sita Dua Mobil Dinas yang Dikuasai Pensiunan Pejabat
Olehnya itu, Satlantas Pulau Morotai sering lakukan himbauan.
Dan dalam Kota Daruba, Alhamdulillah sudah banyak kesadaran pengendara motor.
"Kita juga memberikan himbauan terus agar berkendaraan selalu menggunakan helm SNI. "tandasnya mengakhiri. (*).