Hewan Kurban Dilarang Menempati Lokasi Kuburan dan Jalan Raya di Ternate

Kadis Pertanian Kota Ternate,Thamrin Marasaoly, mengingatkan masyarakat agar tidak mengingat hewan kurban di kuburan danjalan raya.

Penulis: Yunita Kaunar | Editor: Mufrid Tawary
Tribunternate.com/Yunita Kaunar
Satpol PP dan Babinsa menertibkan sejumlah hewan kurban yang diikat di areal kuburan Cina Kelurahan Santiong Kota Ternate, Selasa (28/06/2022). 

TRIBUNTERNATE.COM-Kepala Dinas Pertanian Kota Ternate, Provinsi Maluku Utara, Thamrin Marasaoly, mengingatkan masyarakat agar tidak mengikat t hewan kurban di lokasi Kuburan dan jalan raya.

Penempatann hewan kurban jelang hari raya Idul Adha harus di tempat yang aman dan tidak mengganggu aktivitas jalan raya.

“Kalau bisa diikat di tempat yang lebih aman agar tidak mengganggu aktivitas jalan raya, itu yang paling penting,”pinta Thamrin.

Dia menyampaikan, terkait ini, Dinas Pariwisata akan membentuk tim jelang H-8 lebaran untuk melakukan pemantauan hewan qurban di sejumlah Masjid.

Pemantauan ini sekaligus memastikan kesehatan Sapi.

Terpisah Satuan Polisi Pamong Praja Kota Ternate Fandi Tumina, mengungkapkan, Satpol-PP melakukan penertiban pedagang hewan kurban di kelurahan Santiong tepatnya di perkuburan cina.

Bersama 10 anggota Satpol PP dan Babinsa Santiong.

Baca juga: Seekor Sapi dari Tobelo, Halmahera Utara, Jadi Hewan Kurban Presiden Jokowi

Ketika tiba di kuburan cina dan langsung menertibkan pedagang Sapi yang menggunakan area pekuburan sebagai tempat berjualan ternak.

“Karena Sapi-sapi tersebut telah mengotori area sekitar pekuburan dan menimbulkan bau tidak sedap sehingga mengganggu kenyamanan para peziarah dan masyarakat setempat,”katanya.

Dia mengatakan, peneguran sejumlah pedagang ternak ini masih dilakukan secara lisan.

Baca juga: Dinilai Mengganggu Lalu Lintas, Komunitas Skuter Listrik Ditertibkan Dishub Kota Ternate

“Apabila kedapatan Sapi yang berkeliaran di area pekuburan cina dan tempat dilarang berjualan, Satpol PP akan menindak sesuai dengan aturan yang berlaku,”tegasnya.

Menurut Fandi, telah berkoordinasi dengan Pak Lurah Santiong,untuk sama sama menegur  sejumlah pedagang tersebut.

"Jangan karena anak kampung terus dibiarkan.  Lurah sebagai perpanjangan tangan untuk pemerintah maka wajib menjaga ketertiban dan ketentraman di wilayahnya,"tandasnya. (*)

Sumber: Tribun Ternate
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved