Tak ada Jalan Darat, Warga Desa Guaria Halmahera Barat Masih Pakai Perahu
Hingga kini warga Desa Guaria masih pakai perahu kalau ke Ibu Kota Jailolo. Perahu adalah tranportasi satu satunya karena belum ada jalan darat.
Penulis: Faisal Amin | Editor: Mufrid Tawary
TRIBUNTERNATE.COM- Hingga kini warga yang tinggal di Desa Guaria, Kabupaten Halmahera Barat, Provinsi Maluku Utara, masih mengandalkan perahu sebagai transportasi utama menuju ke Jailolo.
Desa Guaria terletak di Kecamatan Jailolo, yang merupakan ibu Kota dari Kabupaten Halmahera Barat.
"Setiap hari kami pakai perahu kalau ke Jailolo karena cuman ini satu satunya akses,"ujar Freds, salah seorang warga Desa Guaria, Selasa (28/06/2022).
Freds menuturkan, sampai sekarang belum ada jalan darat yang menghubungkan ke Jailolo dari ke Desa Guaria.
Itu sebabnya sulit bagi mereka kata Freds, bila musim tak bersahabat, karena sesekali membahayakan kalau pakai perahu.
"Ini kalau musim ombak, torang tara (Kami tidak) bisa ke Jailolo, antar anak-anak ke sekolah, kemudian bagi mereka yang bekerja,"Keluhnya.
Baca juga: Jaga Tradisi Dayung Perahu Nelayan Tradisional di Jailolo Halmahera Barat agar Tetap Lestari
Masalah lain di samping jalan di Desa Guarita yaitu listrik.
Sebab, di Desa Guaria malah belum dialiri listri dari PLN.
"Torang cuma andalkan Genset deng (dengan) Tenaga surya." katanya.
Dengan tidak adanya listrik lanjut Freds, juga menyulitkan warga.
Rata-rata warga di Desa Guaria bermata pencaharian nelayan sehingga butuh es batu mengamankan hasil tangkapan.
Baca juga: Bahan Pangan yang Dijual pada Sejumlah Pasar di Jailolo Halmahera Barat, Aman dari Bahan Berbahaya
"Torang disana (Guaria) paling sengsara kalau tarada listrik, terutama untuk buat es karena disana torang pe mata pencaharian nelayan, jadi butuh listrik sekali untuk bikin es, "cetus Freds mengahiri.
warga dari Desa Guaria setiap harinya menyeberangi lautan dengan perahu menuju ke Jailolo.
Waktu yang ditempuh dari Desa Guaria ke Jailolo sekitar 10 menit. (*)