Halmahera Timur
Halmahera Timur Berbenah Menuju Transformasi Kemajuan

Viral Seorang Ibu Perjuangkan Ganja Medis untuk Pengobatan Anak, Begini Respon MK hingga DPR

Viral di media sosial sebuah foto seorang ibu yang menyuarakan kebutuhan ganja untuk pengobatan anaknya yang mengalami Celebral Palsy. 

Twitter @andienaisyah
Seorang ibu melakukan aksi membawa poster yang bertuliskan "tolong, anakku butuh ganja medis" ketika CPF di Bundaran HI, Jakarta Pusat. 

TRIBUNTERNATE.COM - Viral di media sosial sebuah foto seorang ibu yang menyuarakan kebutuhan ganja untuk pengobatan anaknya yang mengalami Celebral Palsy

Dalam foto yang beredar, ibu tersebut terlihat membawa papan bertuliskan "tolong, anakku butuh ganja medis". 

Ia juga membawa anaknya yang terbaring lemas di stroller. 

Baca juga: Kesal Sering Nangis, Ibu di Surabaya Tega Aniaya Bayinya 5 Bulan hingga Tewas, Ini Fakta-faktanya

Baca juga: Viral Video Penumpang KRL Terjatuh di Peron Stasiun Manggarai, Diduga Penyebabnya karena Terdorong

Foto ibu dan anak itu pun menyita perhatian dari sejumlah pihak, termasuk penyanyi Andien Aisyah

Andien membagikan foto tersebut ke media sosialnya hingga viral. 

Dalam unggahan Twitter @andienaisyah, dijelaskan dirinya bertemu dengan seorang ibu tersebut pada Minggu (26/6/2022).

Tak sendirian, ibu itu beraksi bersama seorang pria, yang diduga suaminya, bersama seorang anak perempuan yang duduk di stroller.

Anak tersebut kabarnya menderita penyakit cerebral palsy.

Mereka percaya dengan bantuan ganja medis, penyakit sang anak dapat perlahan sembuh.

Sontak unggahan Andien Aisyah ini dibanjiri komentar publik.

Surat Terbuka untuk MK

Diketahui, sosok si ibu tersebut adalah Santi Warastuti.

Ia juga mengunggah aksinya memperjuangkan kesehatan sang anak di Instagramnya, @santiwarastutisanti.

Tak hanya itu, Santi juga mengunggah sepucuk surat untuk Mahkamah Konstitusi (MK).

"Kepada Hakim MK yang Mulia, tolong angkat kekhawatiran saya. Setiap hari terbayang akan satu-persatu teman anak saya yang tiada. Setiap anak saya tidur, selalu saya lihat dadanya. Masih naik turunkah? Masih bernapaskah? Belum lagi ketika kejangnya muncul. Pikiran saya berhenti bekerja akal saya entah kemana, dan saya harus berusaha sekuat tenaga menjaga kewarasan saya."

"Air mata sudah tercurah,doa sudah dipanjatkan, kini ikhtiar lain juga saya usahakan. Jangan gantung saya, dua tahun berlalu dan permohonan saya untuk ganja media anak saya belum ada kepastian. Beri saya kepastian, beri kami kepastian. (Tertanda) Saya dan Pika, 26 Juni 2022." tulis Santi yang ditujukan ke MK.

Halaman
123
Sumber: Tribunnews
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved