Indonesia Dinilai Berpotensi Bangkrut seperti Sri Lanka, Luhut Geram, Sri Mulyani Membantah
Sri Lanka saat ini mengalami kebangkrutan setelah gagal mengatasi krisis ekonomi selama berbulan-bulan.
TRIBUNTERNATE.COM - Krisis ekonomi yang dialami Sri Lanka hingga berujung pada kebangkrutan tengah menjadi sorotan dunia.
Diketahui, utang luar negeri Sri Lanka membengkak, sementara cadangan devisanya mulai menipis hingga menyebabkan inflasi di angka 54,6 persen pada Juni 2022.
Inflasi diperburuk dengan jatuhnya mata uang Sri Lanka
Kondisi inilah yang membuat pemerintah pusat kesulitan untuk mengimpor barang-barang vital seperti kebutuhan pangan, bahan bakar, serta obat-obatan.
Akibat krisis, rakyat Sri Lanka melakukan demonstrasi besar-besaran di Istana Kepresidenan negara beribukota Kolombo tersebut.
Kemudian, Presiden Sri Lanka Gotabaya Rajapaksa dikabarkan kabur ke luar negeri dan mengajukan surat pengunduran diri dari jabatannya.
Kini, Perdana Menteri (PM) Sri Lanka Ranil Wickremasinghe resmi dilantik sebagai Plt Presiden menggantikan Gotabaya Rajapaksa, Jumat (15/7/202).
Sementara itu, di Indonesia ada sejumlah pihak yang mengatakan bahwa kondisi perekonomian Tanah Air saat ini sama dengan Sri Lanka.
Terkait hal tersebut, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan angkat bicara.
Luhut menegaskan bahwa perekonomian Indonesia berbeda dengan Sri Lanka yang tengah mengalami kebangkrutan.
Ia pun geram jika ada pihak yang mengatakan kondisi perekonomian Indonesia disamakan Sri Lanka.
Baca juga: Sri Lanka Bangkrut, Pengamat Nilai Indonesia Perlu Ambil Pelajaran: Mitigasi Faktor Pemicu Inflasi
Baca juga: Jual Beli Minyak Goreng Curah Wajib Pakai Aplikasi PeduliLindungi atau NIK, Ini Kata Luhut
Meski begitu, Luhut mengaku bukan bermaksud menantang pihak-pihak yang menyamakan Indonesia dengan Sri Lanka.
Namun, ia meminta pihak yang menyamakan Indonesia dengan Sri Lanka harus menyajikan data valid.
"Kalau ada yang ngomong kita mau disamakan dengan Sri Lanka, bilang dari saya, sakit jiwa itu. Lihat data-data yang baik. Suruh datang ke saya dia," ucap Luhut di Jakarta kepada Tribunnews.com, Jumat (15/7/2022).
Meski saat ini Indonesia sedang menghadapi situasi sulit karena tidakpastian global, Luhut meminta semua pihak untuk kompak.
"Jangan kepentingan politiknya dibikin-bikinin. Kalau untuk kepentingan dalam keadaan sulit ini, kita harus kompak, jangan digunakan hal-hal itu," imbuhnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/ternate/foto/bank/originals/demonstran-sri-lanka.jpg)