Bentrokan Kelompok PSHT dan Warga di Malang Viral: Bukan Kali Pertama, PSHT Diminta Hindari Konvoi
Perwakilan PSHT, Hendro Suprapto bersepakat dengan Aremania untuk saling menjaga keamanan wilayah Kota Malang.
Rombongan PSHT sampai masuk ke dalam gang, melempari warga dan melempari rumah warga dengan paving.
Mereka juga mengacungkan senjata tajam dan diseret-seretkan ke jalan seolah menantang warga.
Menurut keterangan polisi, sebanyak 3 orang mengalami luka-luka atas insiden itu.
Selain warga yang luka, beberapa ruko dan bangunan di sekitar lokasi hancur.
Baca juga: Mahfud MD Soal Kasus Tewasnya Brigadir J: Ada 3 Tersangka, Penembakan yang Diskenariokan Terbalik
Baca juga: Isak Tangis Pecah di Penyerahan Barang Almarhum Esa Buba, Jamaah Haji Asal Halmahera Barat
Baca juga: Keluarga Korban Diterkam Buaya Dapat Santunan dari Baznas Ternate
2. Video insiden viral, pengurus buka suara

Video kerusuhan tersebut viral di media sosial.
Tak lama setelah itu, muncul video imbauan dari salah satu pengurus PSHT cabang Malang Kota.
Hendro Haryoko mengimbau kepada warga PSHT untuk tidak melakukan konvoi di setiap kegiatan peringatan satu abad PSHT dan pengesahan warga baru PSHT Tahun 2022.
"Atas nama segenap pengurus cabang PSHT Malang Kota, mengimbau kepada adik-adik semua untuk tidak melakukan konvoi di setiap kegiatan peringatan satu abad PSHT dan pengesahan warga baru PSHT Tahun 2022," ujarnya seperti dikutip dari Surya Malang.
"Marilah kita menaaati dan mengikuti imbauan Ketua Umum PSHT Pusat Madiun, Kangmas R. Moerdjoko HW agar turut menjaga keamanan, ketertiban dan kondusifitas di daerah masing-masing."
Dalam video itu, ia juga meminta agar imbauan yang disampaikannya itu dapat dilaksanakan.
"Demikian imbauan ini kami sampaikan, atas perhatian dan harap dilaksanakan sebaik-baiknya," tandasnya.
3. Bukan kali pertama terjadi

Kericuhan yang terjadi antara kelompok PSHT dan warga ternyata bukan kali pertama terjadi.
Menurut penuturan warga, aksi seperti itu sudah terjadi setidaknya 3 kali sebelumnya.