Masuk Daerah Rawan Tsunami, Kabupaten Pulau Morotai Tak Miliki Alat Sirine

BMKG Maluku Utara menyayangkan Morotai tak memiliki sirine padahal Pulau Morotai masuk dalam wilayah rawan gempa dan tsunami.

Tribunternate.com/Fizri Nurdin.
Daerah Kabupaten Pulau Morotai, Maluku Utara rawan akan Gempa namun tidak ada alat Sirine, hal itu disampaikan langsung oleh Kelapa stasiun Geofisika Ternate, Andri Wijaya Bidang, Andri mengatakan, Morotai belum memiliki alat Sirine Tsunami/Fizri Nurdin 

TRIBUNTERNATE.COM - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Maluku Utara mengidentifikasi Kabupaten Pulau Morotai, Maluku Utara, masuk dalam zona rawan gempa dan Tsunami.

Sayangnya, meskipun masuk dalam daerah rawan bencana, Kabupaten Pulau Morotai ternyata belum memiliki alat deteksi bencana yaitu Sirine.

Hal ini juga disayangkan oleh Kepala Stasiun Geofisika Ternate, Maluku Utara, Andri Wijaya Bidang, saat menggelar sosialisasi di Kabupaten Pulau Morotai, Kamis (11/8/2022).

"Kabupaten Pulau Morotai sendiri tidak memiliki yang namanya alat sirine Tsunami, dan itu bukan tupoksi dari BMKG sendiri. BMKG secara undang-undang hanya memberikan informasi kepada masyarakat," kata Andri.

Baca juga: Dalam Setahun, BMKG Catat Terjadi 1.000 Kali Gempa di Maluku Utara

"Namun di Morotai sudah ada sensor yang tadi saya jelaskan, ada beberapa sensor bahkan dua sensor yang kita miliki di Kabupaten Pulau Morotai," sambungnya.

Selain Sirine Andri juga menjelaskan di Kabupaten Pulau Morotai juga belum ada jalur-jalur evakuasi pada saat terjadinya gempa dan tsunami

"Kita juga mendorong Pemda untuk bisa aktif turut peran bagaimana membuat jalur evakuasi Tsunami. Bagaimana melakukan koordinasi antar lintas stakeholder, dan bagaimana menerima informasi gempa bumi dan Tsunami itu seperti apa," jelasnya.

"Kita memberikan informasi bahwa wilayah mana saja yang membutuhkan jalur evakuasi, atau titik kumpul seperti itu. Di bulan ini kami juga akan melaksanakan sekolah lapangan gempa bumi." pungkasnya.(*)

Sumber: Tribun Ternate
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved