Oknum Kepala Sekolah di Morotai Diduga Setubuhi Muridnya Terancam 15 Tahun Penjara

Oknum kepala Sekolah di salah satu Sekolah Dasar (SD) di Kabupaten Pulau Morotai  Morotai diduga setubuhi muridnya sendiri.

Penulis: Fizri Nurdin | Editor: Mufrid Tawary
Tribunternate.com/Fizri Nurdin
Kantor Polres kabupaten Pulau Morotai, Jumat (09/09/2022) 

TRIBUNTERNATE.COM - Oknum kepala Sekolah di salah satu Sekolah Dasar (SD) di Kabupaten Pulau Morotai  Morotai diduga setubuhi muridnya sendiri.

Atas dugaan perbuatannya itu, dia  terancam dipenjara 15 tahun.

Kepada Tribuntermate.com Kanit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Pulau Morotai, Ipda Ihnan Banyo mengatakan, penyidik saat ini sudah menerima laporan dan sedang melakukan pemeriksaan terhadap korban dan saksi-saksi, kemudian terlapor juga sudah diperiksa.

"Ini tahapan masih dalam proses penyelidikan yang jelas kita sudah panggil dan tinggal menunggu dimintai keterangan korban juga kita sudah periksa semua kemudian saksi-saksi juga sebagian kita sudah periksa,"katanya, Jumat (9/9/2022).

Ihnan juga menjelaskan, korban juga sudah dilakukan visum oleh dokter dan hasilnya sudah diterima namun belum bisa dijelaskan.

Dia  menyebutkan dari hasil visum tersebut bisa diketahui ada tindakan kedewasaan.

"Untuk pemeriksaan sudah dilakukan terhadap korban sudah dilakukan oleh dokter dari Rumah sakit umum, namun hasil visum belum bisa kita sampaikan, hasil visum kita sudah ambil dan yang jelas arah ke situ ada dari hasil visum tersebut,"jelas Ihnan.

Menurut Ihnan, jika kasus ini terbukti maka pasal yang disangkakan terduga pelaku sudah jelas pasalnya sudah bisa dikatakan pate.

Karena pasalnya mengacu pada pasal 81 ayat 2 undang-undang nomor 35 tahun 2012 tentang perlindungan anak.

"Ancamannya itu 15 tahun penjara. Dan kita akan tetap melakukan proses hukum untuk kasus ini,"katanya.

"Saat ini korban masih di bawah umur dan Perlindungan ditangani langsung oleh Dinsos lewat  PPA Morotai  untuk mengecek psikologinya,"sambungnya.

Baca juga: Oknum Kepsek di Morotai Diduga Berulang Kali Setubuhi Muridnya, Paling Banyak di Belakang Sekolah

Baca juga: Begini Keluh Kesah Seorang Supir Truk di Morotai Setelah Harga BBM Melonjak

Sebelumnya, aksi bejat oknum Kepsek inisial RS (40) terbongkar saat korban berusia 12 tahun ini jujur kepada kakaknya bernama Fijai pada tanggal 3 September 2022 lalu.

Sebagaimana diceritakan korban bahwa pertama kali disetubuhi Kepsek sejak masih kelas IV SD.

Tepatnya di bulan puasa beberapa tahun lalu, sebab korban sempat diajak ke rumah pelaku.

"Kejadian pertama itu pas bulan puasa sesuai pengakuan adik saya,"kata Fijai, Kamis (8/9/2022).

Aksi bejat sang Kepsek terus berlangsung hingga korban kelas I SMP.

Korban mengaku sebagaimana dikatakan Fijai, perbuatan tak senonoh itu paling banyak dilakukan di belakang sekolah.

"Sampai masuk SMP, oknum Kepsek itu tetap datangi adik kami. Tapi tong (kami) baru tahu. Adik kami cerita itu paling banyak Kepsek lakukan di belakang sekolah,"ujarnya.

Tak terima korban diperlakukan seperti itu, pihak keluarga melaporkan kasus ini ke Polres Kabupaten Pulau Morotai tertanggal 5 September 2022. (*)

Sumber: Tribun Ternate
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved