Kabar Sepak Bola
Lepas Sadio Mane, Liverpool Kini Harus Terima Konsekuensi: Statistik Pressing Anjlok
Kepergian Sadio Mane yang berlabuh ke Bayern Munich disebut sebagai perbedaan mencolok antara performa Liverpool pada musim ini dan musim sebelumnya.
Berbicara setelah kemenangan tahun 2020 melawan Chelsea, Gary berkata: "Sebagai permulaan, kami kagum dengan Sadio Mane. Dia adalah bakat yang luar biasa, tingkat performanya juga sama luar biasanya."
“Dia menekan, dia menyerang, dia melakukan semua yang kamu ingin setiap pemain sepak bola lakukan, dengan dan tanpa bola,"
“Dia memberikan bola. Dan lihat reaksinya saat melepaskan bola; kemarahan, antisipasi. Lupakan Kepa, kami tahu dia mengambil peluang."
"Sadio Mane tahu dia mengambil peluang. Ini adalah performa brilian dari sang penyerang Liverpool," kata Gary saat itu.
Sementara absennya penyerang di lini serang Liverpool tentu terasa dari sudut pandang menyerang.
Catatan gol pemain berusia 30 tahun asal Senegal itu menjadi kehilangan paling nyata yang dirasakan Liverpool sebagai akibat dari kepergiannya.
Sadio Mane mencetak 23 gol untuk Liverpool musim lalu - musim paling produktif kedua sepanjang karirnya di Anfield.
Sementara tim Merseyside ini telah berusaha menjembatani kesenjangan itu dengan mendatangkan mantan pemain depan Benfica, Darwin Nunez.
Namun, Darwin yang berasal dari Uruguay itu baru mencetak satu gol Liga Premier sejauh ini.
Sementara itu, Sadio Mane menikmati awal yang mulus di kandang barunya, Allianz Arena, dengan lima gol dalam delapan penampilan pertamanya musim ini.
Meski demikian, masih perlu dilihat apakah Jurgen Klopp benar-benar menyesali konsekuensi dari perginya Sadio Mane.
Akan tetapi, tidak dapat disangkal bahwa kepindahan Sadio Mane dari Anfield telah secara langsung berkontribusi pada awal musim yang mengecewakan bagi Liverpool.
(TribunTernate.com/Rizki A.)