Guru Paksa Lihat Tanda Lahir Siswi yang Selalu Ditutupi, Korban Menangis Malu dengan Teman-teman

Pemaksaan itu dilakukan di kelas hingga akhirnya korban di Cianjur menangis lantaran malu dengan teman-temannya.

Editor: Ifa Nabila
Freepik.com/8photo
Ilustrasi menangis, ilustrasi bullying. Korban adalah siswi berinisial RG yang saat ini duduk di kelas 11 sebuah SMA negeri di Cianjur. 

TRIBUNTERNATE.COM - Seorang guru disebut memaksa melihat tanda lahir seorang siswi di bagian tangan.

Pemaksaan itu dilakukan di kelas hingga akhirnya korban menangis lantaran malu dengan teman-temannya.

Korban adalah siswi berinisial RG yang saat ini duduk di kelas 11 sebuah SMA negeri di Cianjur.

Baca juga: Ibu Siswi SD yang Jadi Korban Rudapaksa Kepsek Dilaporkan Balik, Tuduh gegara Tunggak Uang Sekolah

Wakil Kepala Sekolah Urusan Kesiswaan, VN, mengatakan guru yang bertugas memeriksa kuku siswi di lapangan tak mengetahui jika RG memiliki tanda lahir hitam yang hampir menutup telapak tangan bagian kanannya.

Padahal RG sudah kelas 11 dan sudah setahun setengah bersekolah di sekolah tersebut.

Kepada pihak sekolah RG mengatakan, selalu berjuang menutupi bagian tangannya sejak sekolah dasar jika sedang berada di luar rumah.

"Tak ada maksud memaksa, ini hanya ketidaktahuan petugas kami di lapangan yang memeriksa. Memang kami rutin memeriksa kuku siswa agar tak dikutek dan semacamnya," ujar VN saat dikonfirmasi, Jumat (16/9/2022).

Baca juga: Dikatai seusai Terima Uang dari Ayah, Remaja Pukuli Ibu Lalu Bingung Sendiri: Saya Lihat Ibu Terluka

VN mengatakan, saat ini sekolah sedang gencar melakukan sosialisasi pencegahan anti bullying atau perundungan.

"Jadi kami juga langsung mengajak mengobrol RG dan membangun lagi mentalnya agar bangkit. Saya melihat itu bukan cacat ya, jadi tanda lahir, saya melihat RG sudah reda menangisnya," kata VN.

Orangtua RG, Gagan Sugandi (40), mengatakan, teman anaknya sempat memperingatkan agar jaket almamater yang menutup tangan RG tak dibuka oleh guru.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Jabar
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved