Museum Bawah Laut Dibangun di Tidore, Benda-benda Antik akan Dikembalikan
Dua lokasi yang akan dijadikan sebagai museum bawah laut yaitu Tanjung Tongwai dan Tanjung Soa-Sio.
Penulis: Faisal Amin | Editor: Mufrid Tawary
TRIBUNTERNATE.COM- Pemerintah Kota Tidore Kepulauan akan membangun museum bawah laut.
Dua lokasi yang akan dijadikan sebagai museum bawah laut yaitu Tanjung Tongwai dan Tanjung Soa-Sio.
Sebab kedua lokasi tersebut terdapat situs bawah laut seperti guci dan fragmen fragmen lainya.
Untuk menjadikan kedua lokasi tersebut sebagai museum bawah laut, pemerintah Kota Tidore Kepulauan akan mengembalikan beberapa benda antik yang sudah diangkat untuk dikembalikan ke tempat semula.
Yaitu meriam dan guci peninggalan bangsa Spanyol yang tenggelam pada abad ke 16.
Salah satu meriam yang diangkat pada tahun 1900-an ditempatkan di Wisma Ito Gapura Kelurahan Tuguwaji yang saat ini merupakan aset dari Kabupaten Halmahera Tengah.
Benda benda tersebut akan dikembalikan ke lokasinya semula, di Tanjung Tongwai dan Tanjung Soa-sio.
"Karena itu milik aset Halmahera Tengah maka kita harus berkordinasi dulu dengan Pemda setempat. Kan diangkat waktu itu Tidore masih sama sama dengan Halmahera Tengah,"ujar M Ade Soleman,Kepala Dinas Kebudayaan dan Parawisata Kota Tidore Kepulauan, Selasa (20/9/2022).
Ia juga mengatakan, untuk mempromosikan situs bawah laut tersebut, Pemerintah akan membangun tempat tempat atau peta petunjuk lokasi situs bawah laut tersebut.
"jadi kita akan membangun semacam gerbang atau petunjuk supaya pengunjung yang datang dorang (mereka) tahu bahwa ini lokasi Situs bawah laut ada di lokasi ini," jelas Ade.
Diketahui temuan sampel Artefak keramik dari situs Soa-sio termasuk fragmen piring dan mangkok keramik biru putih dari China, tepatnya dari masa pemerintahan Kaisar Wanli jaman dinasti Ming 1572-1620 dan saru piring utuh bermotif flora fauna yang diproduksi di Swatouw, China Selatan pada masa Kaisar Wanli.
Ada pula satu jenis keramik dari masa Kaisar Tianqi 1620-1627 yang bermotif seorang pemusik dengan alat tradisional.
Saat ini temuan artefak dan beberapa guci serta fragmen lainya disimpan di museum Sonyinge Malige.
Situs Soa-sio memiliki pemandangan bawah laut yang memukau, seperti adanya terumbu karang dan ikan-ikan cantik.
Situs Tanjung Tongwai yang berlokasi di Kelurahan Tongowai, Kecamatan Tidore Selatan, dengan kedalaman kurang lebih 30-42 meter.
Beberapa temuan Artefak di situs ini seperti meriam dan sejumlah fragmen guci dan gerabah pada kedalaman 37-42 meter dan terkubur lebih dari setengah ukuranya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/ternate/foto/bank/originals/20092022_Meriamantik.jpg)