Selasa, 12 Mei 2026
Halmahera Timur
Halmahera Timur Berbenah Menuju Transformasi Kemajuan

Banjir di Halsel

Banjir Hantam Puluhan Hektare Sawah di Obi, Petani Minta Atensi Pemkab Halmahera Selatan

Para petani mengaku khawatir kerugian yang dialami akan berdampak pada menurunnya produksi pangan masyarakat dalam beberapa bulan ke depan

Tayang:
Penulis: Nurhidayat Hi Gani | Editor: Munawir Taoeda
Istimewa
BENCANA: Kondisi area sawah di Desa Kampung Buton, Kecamatan Obi, Halmahera Selatan usai diterjang banjir, Senin (11/5/2026). Para petani mengaku khawatir kerugian yang dialami akan berdampak pada menurunnya produksi pangan masyarakat dalam beberapa bulan ke depan 

Ringkasan Berita:1. Sawah milik petani seluas 30 hektare di Desa Kampung Buton, Kecamatan Obi dilaporkan diterjang banjir selama dua hari berturut-turut
2. Banjir diakibatkan oleh hujan dengan intensitas tinggi sejak Minggu (10/11/2026) hingga Senin (11/5/2026)
3. Walhasil, Puluhan hektare sawah yang diterjang banjir dikelola kelompok tani

TRIBUNTERNATE.COM, BACAN - Sawah milik petani seluas 30 hektare di Desa Kampung Buton, Kecamatan Obi, Halmahera Selatan, Maluku Utara dilaporkan diterjang banjir selama dua hari berturut-turut.

Banjir diakibatkan oleh hujan dengan intensitas tinggi sejak Minggu (10/11/2026) hingga Senin (11/5/2026). Puluhan hektare sawah yang diterjang banjir, dikelola kelompok tani.

Banjir kali ini dinilai lebih merugikan karena sebagian besar lahan yang terdampak baru saja ditebari bibit padi untuk musim tanam tahun ini.

Air yang meluap ke area persawahan mengakibatkan banyak bibit rusak dan terancam gagal tumbuh.

Baca juga: Idul Adha 2026: Halmahera Selatan Dapat Bantuan Sapi Kurban 1 Ton dari Presiden Prabowo

Baca juga: Tambang Emas Diduga Ilegal di Halmahera Selatan Jadi Sorotan, Polisi Terus Lakukan Pengawasan

Para petani mengaku khawatir kerugian yang dialami akan berdampak pada menurunnya produksi pangan masyarakat dalam beberapa bulan ke depan.

Ketua Kelompok Tani Milenial Obi, Ruslan Kasman, menyampaikan keluhannya terkait kondisi tersebut. Ia mengatakan bahwa banjir menjadi ancaman serius bagi keberlangsungan pertanian di Obi.

"Ini bukan hanya soal kerusakan hari ini, tetapi soal masa depan produksi pangan petani."

"Kami bekerja dengan penuh keterbatasan, tetapi ketika banjir datang, semua usaha petani seakan hilang begitu saja, "ujar Ruslan.

BENCANA: Kondisi area sawah di Desa Kampung Buton, Kecamatan Obi, Halmahera Selatan usai diterjang banjir, Senin (11/5/2026).
BENCANA: Kondisi area sawah di Desa Kampung Buton, Kecamatan Obi, Halmahera Selatan usai diterjang banjir, Senin (11/5/2026). (Istimewa)

Menurutnya, para petani tetap bertahan mengelola sawah meski menghadapi minimnya dukungan fasilitas pertanian.

Namun persoalan banjir yang terus berulang membuat semangat mereka mulai menurun karena tidak mendapat perhatian serius dari Pemkab Halmahera Selatan.

Ruslan juga menilai, banjir menerjang sawah bukan lagi sekadar bencana musiman, melainkan sudah menjadi masalah serius yang membutuhkan langkah nyata dari pemerintah. 

"Pemerintah jangan hanya datang melakukan pendataan saat banjir terjadi, tetapi benar-benar menghadirkan solusi konkret untuk menyelamatkan lahan pertanian, "tandas Ruslan.

Sejak tahun 2023 hingga 2026, pihak Balai Wilayah Sungai (BWS) Maluku Utara telah menyampaikan rencana pembangunan bendungan serta irigasi primer untuk mendukung pengelolaan pertanian di wilayah Obi.

Bahkan proyek tersebut disebut telah masuk dalam rencana pemerintah dan telah ditetapkan sebagai bagian dari penguatan sektor pertanian daerah. Namun hingga saat ini, belum terealisasi.

Ketua Kelompok Tani Batu Putih Obi, Anwar, menilai lambatnya realisasi proyek membuat para petani masih terus menghadapi persoalan yang sama setiap musim hujan.

Sumber: Tribun Ternate
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved