Kisah Pemberani Anggota Kopaska Asal Morotai Usir Kapal Malaysia di Ambalat

Kisah Anggota Kopaska Asal Morotai yang Mengusir Kapal Malaysia di perairan Ambalat pada tahun 2005. Kopaska ini melakukannya dengan jiwa pemberani.

Tribunternate.com/Fizri Nurdin.
Kisah Pasukan Kopaska Mengusir Kapal Patroli Malaysia saat menganggu Pembagunan Mercusuar Karang Unarang di Ambalat, kepada Tribunternate.com Lettu Ismail Rahaguna mengatakan saat itu mendapat perintah penyisiran langsung Kapal milik negara Malaysia di Ambalat dan berhasil mengusir tanpa membawa senjata Api, Rabu (21/9/2022). 

TRIBUNTERNATE.COM - Lettu Ismail Rahaguna adalah salah satu anggota Komando Pasukan Katak (Kopaska) TNI AL. Dia mengisahkan pengalaman dirinya mengusir kapal Malaysia di perairan Ambalat.

Tugas Kopaska sebagaimana diketahui menyerbu kapal dan pangkalan musuh, menghancurkan instalasi bawah air, penyiapan perebutan pantai, dan operasi pendaratan berkekuatan amfibi.

Kisah itu terjadi sekitar tahun 2005, saat terjadi ketegangan RI-Malaysia di Ambalat.

Saat itu pemerintah RI membangun mercusuar Karang Unarang yang terletak di titik terluar.

Pembangunan Mercusuar Karang Unarang selalu diganggu oleh Tentara Laut Diraja Malaysia maupun Marine Police. Mulai dari bermanuver yang menimbulkan gelombang, hingga menganiaya pekerja mercusuar.

Reporter Tribunternate.com berkesempatan mewawancarai Lettu Ismail Rahaguna tepatnya di kuliner taman kota Daruba Kecamatan Morotai Selatan, Kabupaten Pulau Morotai, Maluku Utara, pada Rabu (21/9/2022).

Lettu Ismail menceritakan kisahnya saat mengusir kapal perang dan kapal patroli polisi milik negara Malaysia yang terjadi pada tahun 2005 di Ambalat itu.

Saat itu dia masih pangkat sersan kepala dan sebagai Wadan Tim Pasukan Kopaska yang bertugas pengamanan pembangunan Mercusuar Karang Unarang.

"Itu kisah yang tidak pernah saya lupakan, jadi pada waktu itu sekitar bulan April tahun 2005, ketegangan antara Malaysia dengan Indonesia, kebetulan saya saat itu berdinas di satuan pasukan Katak Armada Timur,"katanya

"Saya waktu itu sebenarnya masuk dalam tim cadangan, tapi pimpinan perintah untuk ikut mendahului, berangkat melaksanakan pengamanan di Karang Unarang. Waktu itu kami yang bertugas di sana ada dua tim jadi setiap Minggu bergantian, satu Minggu di karang Unarang satu Minggu di daratan,"sambung Ismail menceritakan kisahnya itu.

Halaman
123
Sumber: Tribun Ternate
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved