Kamis, 30 April 2026
Halmahera Timur
Halmahera Timur Berbenah Menuju Transformasi Kemajuan

Kisah Pemberani Anggota Kopaska Asal Morotai Usir Kapal Malaysia di Ambalat

Kisah Anggota Kopaska Asal Morotai yang Mengusir Kapal Malaysia di perairan Ambalat pada tahun 2005. Kopaska ini melakukannya dengan jiwa pemberani.

Tayang:
Penulis: Fizri Nurdin |
Tribunternate.com/Fizri Nurdin.
Kisah Pasukan Kopaska Mengusir Kapal Patroli Malaysia saat menganggu Pembagunan Mercusuar Karang Unarang di Ambalat, kepada Tribunternate.com Lettu Ismail Rahaguna mengatakan saat itu mendapat perintah penyisiran langsung Kapal milik negara Malaysia di Ambalat dan berhasil mengusir tanpa membawa senjata Api, Rabu (21/9/2022). 

TRIBUNTERNATE.COM - Lettu Ismail Rahaguna adalah salah satu anggota Komando Pasukan Katak (Kopaska) TNI AL. Dia mengisahkan pengalaman dirinya mengusir kapal Malaysia di perairan Ambalat.

Tugas Kopaska sebagaimana diketahui menyerbu kapal dan pangkalan musuh, menghancurkan instalasi bawah air, penyiapan perebutan pantai, dan operasi pendaratan berkekuatan amfibi.

Kisah itu terjadi sekitar tahun 2005, saat terjadi ketegangan RI-Malaysia di Ambalat.

Saat itu pemerintah RI membangun mercusuar Karang Unarang yang terletak di titik terluar.

Pembangunan Mercusuar Karang Unarang selalu diganggu oleh Tentara Laut Diraja Malaysia maupun Marine Police. Mulai dari bermanuver yang menimbulkan gelombang, hingga menganiaya pekerja mercusuar.

Reporter Tribunternate.com berkesempatan mewawancarai Lettu Ismail Rahaguna tepatnya di kuliner taman kota Daruba Kecamatan Morotai Selatan, Kabupaten Pulau Morotai, Maluku Utara, pada Rabu (21/9/2022).

Lettu Ismail menceritakan kisahnya saat mengusir kapal perang dan kapal patroli polisi milik negara Malaysia yang terjadi pada tahun 2005 di Ambalat itu.

Saat itu dia masih pangkat sersan kepala dan sebagai Wadan Tim Pasukan Kopaska yang bertugas pengamanan pembangunan Mercusuar Karang Unarang.

"Itu kisah yang tidak pernah saya lupakan, jadi pada waktu itu sekitar bulan April tahun 2005, ketegangan antara Malaysia dengan Indonesia, kebetulan saya saat itu berdinas di satuan pasukan Katak Armada Timur,"katanya

"Saya waktu itu sebenarnya masuk dalam tim cadangan, tapi pimpinan perintah untuk ikut mendahului, berangkat melaksanakan pengamanan di Karang Unarang. Waktu itu kami yang bertugas di sana ada dua tim jadi setiap Minggu bergantian, satu Minggu di karang Unarang satu Minggu di daratan,"sambung Ismail menceritakan kisahnya itu.

Pria kelahiran Morotai 14 April 1974 ini, juga menjelaskan saat itu ada dua kapal Malaysia yang masuk di Kawasan pembangunan Karang Unarang, Dua kapal Malaysia tersebut lalu membuang jangkar di sekitar pembangunan proyek tersebut.

"Pagi hari ada dua kapal Malaysia, kapal TLDM dan satu kapal patroli polisi, sudah masuk di wilayah perairan Indonesia dan buang jangkar di sekitar Karang Unarang, kemudian upaya Kapal dari Indonesia sudah mengusir berkali-kali tapi tidak digubris tidak di hiraukan,"

"Kemudian spontan komandan KRI teriga fois melalui radio, waktu itu saya melewati radio dan saya menerima Beliau memerintahkan agar segar di aksi untuk mengusir kapal, Saya secara otomatis laporan ke Komandan tim saya, waktu saya Wadan Tim, saya laporan ke Komandan tim saya,"ujarnya.

Ismail mengatakan mendapat perintah dari atasannya itu langsung bergerak bersama tiga rekannya menggunakan speed karet milik TNI AL dengan kecepatan tinggi.

"Perintah dari kolonel KRI kiyonaga akhirnya saya berinisiatif melaksanakan penyisiran, Saat itu saya dengan menggunakan Kabel Boot dengan tiga orang teman Saya memerintahkan agar Rabelboot berjalan dengan kecepatan tinggi,"

Sumber: Tribun Ternate
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved