Liga Jerman
Bayern Munich Merosot: Oktoberfest Suram, Kekecewaan Pemain, dan Isu Julian Nagelsmann Diganti
4 laga terakhir Bundesliga, Bayern Munich tak juga meraih kemenangan, hanya 3 kali hasil seri dan 1 kekalahan yang memalukan saat melawan FC Augsburg.
TRIBUNTERNATE.COM - Klub raksasa Jerman, Bayern Munich, seolah tengah mengalami krisis setelah 4 laga Bundesliga 2022-2023 berturut-turut tanpa kemenangan.
Ini adalah 4 pertandingan Bundesliga tanpa kemenangan untuk pertama kalinya bagi Bayern Munich sejak 2001.
Dalam Bavarian Derby pada Sabtu (17/9/2022) lalu, Bayern Munich harus mengakui keunggulan FC Augsburg dengan skor akhir 0-1.
Sebelumnya, Bayern Munich telah ditahan imbang 3 kali berturut-turut oleh Borussia Monchengladbach, Union Berlin, dan VfB Stuttgart.
Akibatnya, peringkat The Bavarian merosot ke urutan ke-5 klasemen sementara Bundesliga 2022-2023 pekan ketujuh.
Kini, seolah Bayern Munich enggan untuk berpesta meski festival bir terbesar di negara itu, Oktoberfest, tengah berlangsung.
Setelah 4 pertandingan Liga Jerman tanpa kemenangan, skuad asuhan Julian Nagelsmann ini diliputi keraguan, ketidakpastian, ketidakpercayaan — dan kemarahan.
Saat mengunjungi Oktoberfest pada Minggu (18/9/2022) lalu, antusiasme seolah padam dari tim dan ofisial Bayern Munich.
Saat mengenakan pakaian tradisional Bavaria, mereka memang tersenyum ke arah kamera, tetapi hanya ada sedikit keceriaan.
Jawara bertahan Bundesliga 10 kali itu telah memulai musim 2022-2023 dengan cemerlang, mencatatkan rekor 15 gol dan hanya 1 kali kebobolan dalam tiga pertandingan pembukaan mereka.
Jelas, itu menjadi awal terbaik yang belum pernah diukir oleh tim mana pun di Bundesliga.
Namun, setelah itu seolah semuanya berhenti begitu saja.
Baca juga: 2 Pemain Bayern Munich Positif Covid-19, Leon Goretzka dan Manuel Neuer Urung Bela Timnas Jerman
Baca juga: Bayern Munich Reshuffle Skuad-nya secara Permanen, Sadio Mane Dipindah di Sayap Kiri
Baca juga: Pundit Jerman Yakin Julian Nagelsmann Masih Jadi Pelatih yang Tepat untuk Bayern Munich
4 laga Bundesliga selanjutnya, Bayern Munich tak juga meraih kemenangan, hanya 3 kali hasil seri dan 1 kekalahan yang mengejutkan saat melawan FC Augsburg.
Kekalahan tanpa gol balasan dalam laga kontra FC Augsburg ini menjadi kali pertama bagi Bayern Munich dalam 87 pertandingan terakhirnya.
Kali terakhir Bayern Munich kalah tanpa mampu mencetak gol satu pun terjadi saat menghadapi RB Leipzig di Bundesliga pada 9 Februari 2020.

“Dalam tiga, empat atau lima minggu pertama kami tidak memberikan kesempatan kepada lawan,” kata gelandang Bayern Marcel Sabitzer, dikutip dari indianexpress.com.
“Tetapi, kemudian tiba-tiba semuanya hilang,” lanjutnya.
Namun, ini bukan pertama kali Bayern Munich sudah lesu dan pengar sebelum perayaan tahunan Oktoberfest.
Pada 2018 dan 2019, di bawah asuhan Niko Kovac, Bayern Munich juga mengalami kekalahan besar sebelum kunjungan ke festival bir tersebut.
Sementara pada 2017, Carlo Ancelotti dipecat tak lama setelah kunjungan Bayern Munich di Oktoberfest.
Jauh sebelumnya, Pep Guardiola adalah pelatih Bayern Munich terakhir yang mengawasi kemenangan tepat sebelum Oktoberfest pada 2015.
Diketahui, Oktoberfest tidak digelar pada tahun 2021 dan 2022 karena merebaknya pandemi Covid-19 dan pemberlakukan pembatasan sosial.
Baca juga: 11 Pemain PSG Pulang Kampung demi Bela Tim Nasionalnya, Ada Kylian Mbappe hingga Lionel Messi
Baca juga: Liverpool Siapkan Pengganti Sadio Mane, Lirik Mykhaylo Mudryk di Transfer Musim Dingin
Baca juga: Lewandowski Sebut Jalan Menangkan Ballon dOr Lebih Dekat di Barcelona Dibanding Bayern Munich
Julian Nagelsmann, yang diharapkan memimpin Bayern Munich menjadi lebih dari "sekadar" Bundesliga di musim keduanya sebagai pelatih, kini tampak bingung dan kesulitan untuk mendapatkan jawaban di tengah kemerosotan timnya.
“Saya perlu memikirkan segalanya, tentang diri saya, situasi, tentang segalanya,” kata Julian Nagelsmann yang tampak kesal dalam konferensi pers pasca-pertandingan kontra FC Augsburg, Sabtu (17/9/2022).
Julian Nagelsmann juga terlihat merinding ketika ditanya apakah timnya merindukan Robert Lewandowski, yang pindah ke FC Barcelona di akhir musim lalu dan terus mencetak gol di Spanyol.
"Semuanya sama dengan apa yang saya katakan," kata Nagelsmann.
“Apa yang akan berubah jika saya menjawab 'ya' atau 'tidak'? Jika saya mengatakan 'tidak', orang-orang akan mengatakan 'dia [Julian Nagelsmann, red] tidak ingin mengenali masalahnya' - jika saya mengatakan 'ya', mereka akan mengatakan 'dia merindukan (Robert) Lewandowski.' Jawabannya tentu tidak penting," paparnya.

Namun, kini jelas bahwa Die Roten memiliki masalah dalam mengonversi peluang.
Bayern Munich sudah melakukan 19 kali upaya ke gawang melawan Augsburg — dua di antaranya dari kiper Bayern Manuel Neuer — tetapi pada akhirnya lawan Manuel Neuer, Rafał Gikiewicz, melakukan beberapa penyelamatan luar biasa.
Sang pemain senior, Thomas Müller, mengatakan dia "marah" setelah hasil seri ketiga yang dialami Bayern Munich.
Setelah game keempat tanpa kemenangan, dia berkata, “Kami berdiri di sini terpana dan merasa hancur. Ini sama seperti cuaca, semakin gelap.”
Sadio Mane juga dikritik untuk pertama kalinya sejak bergabung dari Liverpool.
Pemain bintang asal Senegal itu mencetak tiga gol dalam tiga penampilan pertamanya di Bundesliga, tetapi tidak ada lagi gol yang ia cetak sejak itu.
Ada juga spekulasi tentang masa depan Julian Nagelsmann, bahkan, nama mantan pelatih Borussia Dortmund Thomas Tuchel, dikait-kaitkan dengan Bayern Munich.
Thomas Tuchel memang sedang lowong setelah diberhentikan oleh Chelsea awal September ini.
Namun, baik CEO Bayern Oliver Kahn maupun Presiden Bayern Munich Herbert Hainer mengatakan mereka tetap mendukung Julian Nagelsmann, dan bahkan tidak mempertimbangkan perubahan.
“Kami sepenuhnya diyakinkan oleh Julian Nagelsmann dan seluruh tim kami,” kata Hainer kepada surat kabar lokal Münchner Merkur dan TZ.
“Musim baru baru saja dimulai dan kami tahu kami memiliki potensi untuk mencapai tujuan besar kami,” tegasnya.
Baca juga: Bukan Liverpool yang Rugi Lepas Sadio Mane, Bayern Munich yang Kini Rindukan Robert Lewandowski
Baca juga: Merendah untuk Meninggi? Lewandowski Tak Mengira Bisa Cetak 11 Gol Awal Masuk Barcelona

Di Bundesliga, Bayern Munich memang mengalami kemerosotan setelah awal musim 2022-2023 yang gemilang.
Namun, di kampanye Liga Champions, Bayern Munich sudah menuai 2 kemenangan dalam laga tandang melawan Inter Milan dan laga kandang atas Barcelona, masing-masing dengan skor akhir 2-0.
Bek Inter Milan, Robin Gosens, bahkan terkejut dengan masalah Bayern Munich di liga domestik.
"Ketika kami bermain melawan Bayern, kami semua duduk di ruang ganti setelah pertandingan dan berpikir: 'Wow, intensitas permainan mereka luar biasa,'" kata Gosens, Senin (19/9/2022), setelah bergabung dengan skuat Jerman lainnya untuk pertandingan internasional mendatang.
“Ini sudah menjadi level teratas mutlak di Eropa dan di dunia. Mereka mengejutkan kami, menyerbu kami dan menunjukkan intensitas dua kali lipat dari yang kami lakukan,” paparnya.
Namun, sebenarnya sudah ada tanda-tanda peringatan tentang menurunnya performa Bayern Munich dalam laga melawan FC Barcelona yang berakhir dengan kemenangan pekan lalu.
Skuad Barcelona mampu menciptakan lebih banyak peluang, dan baru berhasil dijegal gol cepat oleh Bayern Munich setelah jeda babak pertama menuju babak kedua.
Kemudian, muncul kekalahan pertama musim ini dalam laga kontra FC Augsburg.
Jeda internasional pada minggu ketiga September ini akan memberi para pemain dan ofisial Bayern Munich waktu untuk memikirkan situasi.
Pertandingan berikutnya, melawan Bayer Leverkusen di Bundesliga 30 September 2022, akan membuktikan apakah Bayern Munich akan kembali bangkit atau tidak.
(TribunTernate.com/Rizki A.)