Halmahera Barat
Nyito, Alat Cukur Kelapa Tradisional yang Dilestatikan Masyarakat Halmahera Barat
Namanya Nyito, sebuah alat cukur isi buah kelapa tradisional yang hingga kini masih dilestatikan masyarakat Jailolo, Halmahera Barat.
Penulis: Faisal Amin | Editor: Munawir Taoeda
TRIBUNTERNATE.COM - Alat cukur kepala tradisional Nyito, saat Maluku Utara yang saat ini sudah mulai diganti dengan peralatan moderen, masih kita temui di Kabupaten Halmahera Barat.
Salah satu alat dapur tradisional yang masih terlestarikan di Desa Marimabati Kecamatan Jailolo, Kabupaten Halmahera Barat.
Nyito merupakan salah satu alat cukur kelapa yang masih alami dan memerlukan tenaga manusia.
Baca juga: Bupati Halmahera Selatan Gelar Rapat, Seluruh Pimpinan OPD Mendadak Datangi Kantor Inspektorat
Dalam proses memcukur kelapa, dinamakan dengan Ciru Igo, Ciru yang berarti Cukur dan igo yang berati Kelapa.
Nyito terbuat dari sepotong besi yang ditempah dengan ujung yang bergerigi seperti mata gergaji.
Kemudian besi tersebut ditancapkan di bagian kayu yang telah disiapkan. Biasanya kayu yang digunaran dapat berupa pertigaan kayu dan atau dengan balok yang telah disiapkan.
Baca juga: Sebagai Wisata Morotai yang Memiliki Potensi, 88 Desa Ini Diminta untuk Tingkatkan Kreatifitas
Namun kayu ini pada umumnya didesain seperti bangku atau kuda kayu.
Alat oencukur kelapa tradisional ini bisa kita temukan di desa desa kabupaten Halmahera Barat, maupun umumnya di Maluku Utara.
Untuk pembuatannya sendiri, nyito, diproduksi di tempat tempah besi Tidore, yang terletak di Kelurahan Toloa.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/ternate/foto/bank/originals/warga-jailolo-halmahera-barat-sedang-memerut-isi-buah-kelapa.jpg)