Kerusuhan di Stadion Kanjuruhan
Dilarang FIFA, Polisi Tetap Pakai Gas Air Mata di Kanjuruhan: Anggaran Nyaris Rp 1 T dalam 5 Tahun
Sejumlah pihak menilai, penggunaan gas air mata dalam tragedi pascalaga Arema FC vs Persebaya itu malah memperburuk kondisi.
2017
- Pengadaan Gas Air Mata Brimob: Rp 65 miliar
- Catridges Flas Ball/Amunisi Gas Air Mata Kaliber. 44 mm: Rp 68 miliar
- Amunisi Gas Air Mata Kaliber 37/38 mm: Rp 92 miliar
- Catridge Gas Air Mata: Rp 25,5 miliar
- Pengepakan dan Pengiriman Amunisi Gas Air Mata: Rp 2,4 miliar
- Pengadaan Jasa Pengepakan dan Pengiriman Catridges Flash Ball/Amunisi Gas Air Mata Kaliber. 44 mm: Rp 2 miliar
- Pengadaan Catridge Gas Air Mata T.A 2017: Rp 50,2 miliar
2018
- Pengadaan Gas Air Mata Brimob PDN T.A 2018: Rp 30 miliar
2019
- Pengadaan Gas Air Mata Program Optimalisasi 2019: Rp 3 miliar
- Pengadaan Gas Air Mata Brimob Program PDN 2019: Rp 30 miliar
2020
- Drone Pelontar Gas Air Mata: Rp 26,9 miliar
- Catridge Gas Air Mata: Rp 200 miliar
2021
- Amunisi Drone Pelontar Gas Air Mata: Rp 11,2 miliar
- Amunisi Drone Pelontar Gas Air Mata (PNBP): Rp 15,3 miliar
- Pengadaan Drone Pelontar Gas Air Mata (PNBP): Rp 38,6 miliar
- Amunisi Gas Air Mata: Rp 108 miliar
2022
- Pengadaan Launcher Gas Air Mata Program APBN T.A 2022: Rp 41 miliar
- Pengadaan Amunisi Gas Air Mata Program APNM T.A 2022: Rp 61,9 miliar
- Pengadaan Pelontar dan Gas Air Mata: Rp 30 miliar
- Pengadaan Gas Air Mata Kaliber 38 mm (Smoke) Program APBN T.A 2022: Rp 20 miliar
Dari rincian di atas, Polri membutuhkan anggaran Rp 948 miliar untuk penyediaan gas air mata dan pelontarnya selama lima tahun.
Sebelumnya, kerusuhan terjadi di Stadion Kanjuruhan, Malang pada Sabtu (1/10/2022).
Pada tragedi berdarah itu, lebih dari 127 orang harus kehilangan nyawa.
Hal ini diungkapkan oleh Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo pada konferensi pers, Minggu (2/10/2022).
"Tadi hasil verifikasi terakhir dengan data yang ada di Dinkes baik kabupaten/kota terkonfirmasi sampai saat ini terverifikasi yang meninggal jumlahnya dari awal diinformasikan 129 orang."
"Saat ini data terakhir dari hasil pengecekan tim DVI dan Dinkes jumlahnya 125 orang," jelasnya.
Listyo mengungkapkan pihaknya tengah melakukan pendalaman lebih lanjut terkait kasus ini.
Ia berjanji pihaknya akan serius menangani tragedi ini.
"Yang jelas kami akan serius dan mengusut tuntas dan tentunya terkait proses penyelenggaraan dan pengamanan," terangnya.