Unjuk Rasa

Samurai Morotai Unjuk Rasa Sampaikan Masalah Kekerasan Seksual, Harga Kopra, Hingga Jalan Rusak

Samurai Distrik Unipas Morotai menggelar unjuk rasa di Kantor Bupati Kabupaten Pulau Morotai.

Penulis: Fizri Nurdin | Editor: Mufrid Tawary
Tribunternate.com/Fizri Nurdin
Samurai Distrik Unipas Morotai menggelar unjuk rasa di Kantor Bupati. Mereka menyampaikan masalah mulai dari harga Kopra, jalan Rusak,dan kekerasan seksual,Senin (3/10/2022) 

TRIBUNTERMATE.COM, MOROTAI- Samurai Distrik Unipas Morotai menggelar unjuk rasa di Kantor Bupati Kabupaten Pulau Morotai.

Sejumlah persoalan disampaikan, salah satunya isu kekerasan seksual.

Pantauan, Tribunternate.com, puluhan pendemo dari Samurai itu menggelar demostrasi sasarannya di depan kantor Bupati Morotai pada Senin (3/10/2022), sekitar pukul 11.00 WIT.

Berbagai spanduk berbahan kardus mulai bertuliskan, "Harga kopra lebih mahal daripada harga diri pemerintah"

"Segera tangkap mafia BBM"

"Tuntaskan kasus seksual di Morotai" dan mereka juga meminta "Segera lakukan perbaikan jalan di Morselbar"

Selain itu para pendemo juga membawa tunas kelapa sebagai bentuk protes harga kopra yang kini anjlok.

Pendemo menyampaikan aspirasinya itu hingga pukul 11.50 WIT.

Kordinator aksi Subhan Buton mengatakan, Distrik Unipas Morotai melakukan demonstrasi ini ingin menyampaikan sejumlah masalah dihadapi masyarakat saat ini.

Mulai dari turunnya harga kopra, naiknya BBM sampai kekerasan seksual.

Sebab dari sejumlah kasus disebutkan sama sekali belum mampu diselesaikan oleh pihak yang bertanggung jawab.

Terkait tindakan kekerasan seksual, baik itu pemerkosaan, tindakan kekerasan terhadap anak, tindakan kekerasan terhadap perempuan, pemukulan dan lainnya,

"Kasus kekerasan seksual sampai kasus kemarin pun yang terjadi pemukulan oknum polisi terhadap Remaja itu belum ada langkah Progres dari pihak polres maupun pemerintah daerah,"teriaknya.

Baca juga: Tak Terima Kekalahan, Ada Cakades Baru Lagi Gugat Pemda Morotai Ke PTUN Ambon

"Kami mendesak pihak kepolisian juga baik Polda maupun polres di kabupaten pulau Morotai untuk mengambil tindakan tegas,"lanjutnya.

Sementara Jalan rusak di Morotai Selatan Barat juga Kata Subhan,  secepatnya diperbaiki.

"Dampak dari kerusakan jalan itu mengakibatkan aktivitas ekonomi masyarakat menurun,"cetusnya.

Dia meminta, semestinya pemerintah mencari solusinya supaya petani kopra bisa merasa lega.

"Harga Kopra sesuai dengan hasil investigasi Samurai di Morotai, itu per kilo saat ini hanya Rp 4 ribu makanya tuntutan kami itu bahwa pemerintah harus ada solusi mengatasi ini,"harapnya.

"Sebagaimana kita ketahui kabupaten pulau Morotai ini mampu melakukan ekspor kelapa sebesar 12 ribu ton dalam per bulan. Sedangkan kabupaten pulau Morotai melakukan impor minyak goreng sebesar  60 ribu per Triwulan."pungkasnya. (*)

Sumber: Tribun Ternate
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved