Halmahera Timur
Halmahera Timur Berbenah Menuju Transformasi Kemajuan

Kerusuhan di Stadion Kanjuruhan

Kisah Arif Junaedi, Putranya Jadi Korban Tewas di Tragedi Kanjuruhan: Sebelumnya Sudah Saya Larang

M Arif Junaedi (48), ayah korban tak kuasa menahan kesedihannya saat melihat jenazah putra pertamanya itu diturunkan ke liang lahat.

Surya Malang/Purwanto
Kericuhan suporter Areman FC yang bentrok melawan polisi buntut kekalahan Arema FC dalam pertandingan Liga 1 melawan Persebaya Surabaya dengan skor 2-3 di Stadion Kanjuruhan, Malang, Sabtu (1/10/2022) malam. 

TRIBUNTERNATE.COM - Tragedi di Stadion Kanjuruhan, Malang, Jawa Timur, menambah catatan kelam dunia sepak bola di Tanah Air.

Tragedi bermula dari kerusuhan yang terjadi setelah digelarnya laga Derby Jawa Timur, Arema FC vs Persebaya dalam pekan 11 Liga 1 musim 2022-2023, Sabtu (1/10/2022) malam.

Kerusuhan berdarah ini pun menjadi sorotan internasional dan disebut sebagai yang terparah nomor dua di dunia.

Dalam tragedi tersebut, sebanyak 125 orang meninggal dunia.

Satu di antara ratusan orang yang tewas dalam tragedi di Stadion Kanjuruhan adalah seorang remaja bernama Muhammad Irsyad Aljuned (18).

Irsyad merupakan warga Dusun Mernung Lor, Desa Sumbernongko, Kecamatan Ngusikan, Kabupaten Jombang, Jawa Timur.

Kepergian Irsyad meninggalkan duka mendalam bagi keluarga dan kerabat dekat.

Kesedihan juga dirasakan para tetangga dan teman-teman sekolahnya.

Mereka turut mengantarkan Irsyad ke peristirahatan terakhirnya di pemakaman umum Dusun Mernung Lpr, Minggu (2/10/2022) petang.

M Arif Junaedi (48), ayah korban tak kuasa menahan kesedihannya saat melihat jenazah putra pertamanya itu diturunkan ke liang lahat.

 

Ibu Irsyad, Kesi Ernawati juga tak bisa membendung air matanya, dilansir TribunJatim.com.

Dia terlihat menangis tersedu-sedu di atas pusara anaknya yang saat itu dalam kondisi diguyur hujan.

Arif menceritakan, sempat meminta anaknya untuk membatalkan rencananya ke Kanjuruhan.

Namun, Irsyad tetap ingin berangkat.

Baca juga: Penggawa RANS Nusantara FC Ungkapkan Rasa Dukacita Atas Tragedi Maut di Kanjuruhan

Baca juga: Tragedi di Stadion Kanjuruhan, 2 Pemain Arema FC Ungkap Kesaksiannya: Masih Teringat Sampai Sekarang

Baca juga: Pelatih dan Kapten Persija Juga Sampaikan Dukacitanya untuk Tragedi Kanjuruhan

Irsyad pun akhirnya berangkat dari Jombang ke Malang untuk menonton langsung laga Arema FC vs Persebaya.

"Sebelumnya sudah saya larang, tapi ya begitu, mau gimana lagi," ujarnya, Minggu, dikutip dari Kompas.com.

Arif menuturkan, Irsyad berangkat ke Malang bersama adiknya dengan mengendarai sepeda motor pada Sabtu (1/10/2022) pagi.

Sebelum berangkat, kakak beradik itu berpamitan kepada ayah dan ibunya.

Keduanya juga sempat minta tambahan uang saku untuk bekal selama di Malang.

Saat di Malang, Irsyad mampir ke rumah pamannya.

Irsyad korban tragedi Kanjuruhan
Pemakaman pelajar Jombang korban meninggal tragedi Kanjuruhan di Desa Sumbernongko, Kecamatan Ngusikan, Kabupaten Jombang, Minggu (2/10/2022). (TribunJatim.com/Mohammad Romadoni)

Baca juga: Dilarang FIFA, Polisi Tetap Pakai Gas Air Mata di Kanjuruhan: Anggaran Nyaris Rp 1 T dalam 5 Tahun

Baca juga: Valentino Jebret Simanjuntak Mundur dari Komentator Liga 1: Bentuk Empati Korban Kanjuruhan

Selepas magrib, Irsyad berangkat ke Stadion Kanjuruhan bersama dua kakak sepupunya.

Sementara sang adik, tetap tinggal di rumah pamannya.

Dikatakan Arif, ia kemudian mendapat kabar bahwa anaknya belum pulang setelah menonton pertandingan sepak bola di Kanjuruhan.

Saat mendapat kabar itu, ia sedang bekerja di Kabupaten Tulungagung.

"Saya posisinya kerja di Tulungagung ditelepon ada musibah di Kanjuruhan saat itu (korban) belum ketemu itu sekitar pukul 03.00 WIB," terangnya.

Keluarga dibantu relawan mahasiswa lantas berupaya mencari hingga mendapati korban ditemukan di Rumah Sakit Wava Husada, Kabupaten Malang.

"Kondisinya kritis dan meninggal di rumah sakit Wava Husada, Kepanjen karena meluber banyak korbannya sehingga tidak terkontrol," bebernya.

Arif mengungkapkan, melihat kondisi tubuh anaknya, Irsyad kemungkinan terkena dampak gas air mata yang ditembakkan petugas.

Lalu, Irsyad terinjak-injak penonton lain saat terjadi kepanikan di dalam Stadion Kanjuruhan.

Dugaan itu berangkat dari kondisi luka pada tubuh korban yang mengalami memar di wajah serta terdapat luka di dada dan tangan.

Kericuhan suporter Areman FC yang bentrok melawan polisi buntut kekalahan Arema FC dalam pertandingan Liga 1 melawan Persebaya Surabaya dengan skor 2-3 di Stadion Kanjuruhan, Malang, Sabtu (1/10/2022) malam. Dalam bentrok ini polisi menembakkan gas air mata dan 127 suporter termasuk 2 polisi dilaporkan tewas.
Kericuhan suporter Areman FC yang bentrok melawan polisi buntut kekalahan Arema FC dalam pertandingan Liga 1 melawan Persebaya Surabaya dengan skor 2-3 di Stadion Kanjuruhan, Malang, Sabtu (1/10/2022) malam. Seorang pelajar asal Jombang turut menjadi korban tewas dalam kericuhan tersebut. (Surya Malang/Purwanto)

Selain Irsyad, dua kakak sespupunya juga menjadi korban tewas dalam tragedi tersebut.

"Kondisinya luka di kaki, memar di dada dan wajahnya seperti gosong, membiru karena terkena gas air mata."

"Ya ketiganya meninggal, yang satu cewek lebam di dada dan pipi kiri," paparnya.

Arif menambahkan, sesaat sebelum mendengar kejadian tersebut, Arif sempat mendapat firasat.

"Firasat ada daun hijau menempel di baju malam itu, saya posisinya kerja di Tulungagung, tidak lama saya dapat kabar ini," ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dusun Mernung Lor, Iswandi (46) mengatakan, Irsyad pergi menonton bola setelah diberi tiket.

"Di Malang ada Pakde-nya karena dia (korban) ini berangkat karena diberikan tiket untuk melihat pertandingan antara Arema sama Persebaya," katanya, dilansir TribunJatim.com.

(Tribunnews.com/Nanda Lusiana, TribunJatim.com/Mohammad Romadoni, Kompas.com/Moh Syafii)

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Cerita Ayah Korban Tragedi Kanjuruhan, Anaknya Sempat Minta Tambah Uang Saku hingga Dilarang Pergi

Sumber: Tribunnews
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved