Halmahera Timur
Halmahera Timur Berbenah Menuju Transformasi Kemajuan

Sultan Tidore Ingatkan Gubernur Maluku Utara Soal Sofifi, Jangan Gagah-gagahan Akan Ditanya Akhirat

Sudah 23 Tahun Provinsi Maluku Utara, Sultan Tidore: Saya Lihat Kita Masih Jalan Ditempat. Dia juga ingatkan gubernur soal tangung jawan di akherat.

Penulis: Randi Basri |
Tribunternate.com/Randi Basri
Sultan Tidore Husain Syah, nilai usia 23 Tahun Provinsi Maluku Utara hingga saat namun masih berada di tempat, Sultan Tidore ingatkan pertanggungjawaban Gubernur Maluku Utara di akherat kelak. Dia sampaikan saat sambutan di acara refleksi 23 tahun Maluku Utara, di Ternate, Senin (17/10/2022) malam. 

TRIBUNTERNATE.COM - Sultan Tidore Husain Syah, menilai usia 23 Tahun Provinsi Maluku Utara hingga saat ini masih jalan di tempat.

"Saya lihat meski di usia 23 Tahun Provinsi Maluku Utara namun hingga saat ini masih jalan di tempat," kata Husain Syah saat hadiri acara refleksi 23 Tahun Provinsi Maluku Utara, Selasa (18/10/2022) dini hari.

Untuk itu kata Husain Syah, dirinya berpesan kepada Gubernur Maluku Utara, Abdul Gani Kasuba, harus gandeng semua elemen masyarakat untuk duduk bersama bahas motivasi bangun Sofifi.

Selain itu juga, jika bangun Sofifi maka harus dengan hati yang tulus, dengan berbagai motivasi agar bisa membangun Maluku Utara ini.

Baca juga: Sofifi Rumah Kita Kabur, Edi Langkara Tuding Pemkot Tidore dan Pemprov Maluku Utara Saling Tanam Ego

Harus menanyakan langsung pada masing-masing diri sendiri, dan dudukkan kembali niat, bangun Maluku Utara karena Allah taala.

Kalau tidak maka akan lahir sahwa sangka yang tidak-tidak. Sebab Provinsi Maluku Utara ini kalau dibangun dengan nawaitu yang salah maka tidak akan bisa sampai ke titik tujuan.

"Untuk Itu itu saya, Gubernur Maluku Utara dan semua tokoh mari kita duduk bersama bahas perkembangan Sofifi," katanya.

Kalau jadi Gubernur hanya ingin gagah-gagahan maka semua itu di alam nanti akan diminta pertanggungjawaban.

Akan ditanya, Maluku Utara akan dijadikan apa, ummat mu diberikan apa selama masa jabat Gubernur itu semua akan dipertanggung jawabkan di akhirat.

Baca juga: Edi Langkara Ungkit Halmahera Tengah yang Biaya Pembebasan Sofifi, Sekarang Tak Dianggap

Untuk itu sekarang tugas semua harus duduk bersama bahas soal Sofifi. Apalagi Maluku Utara ini merupakan daerah adat harus berpikir proaktif menyambut hari kedepan.

Kalau mengerti adat maka negeri khusus Maluku Utara hari ini tidak jadi seperti ini, karena semua masyarakat di 10 Kabupaten Kota di Maluku Utara hidup dengan adat.

"Olehnya itu mari torang jalan dan luruskan persoalan ini. Kalau salah maka dikatakan salah, benar dikatakan benar, jadi mari torang duduk bersama bahas Sofifi," tandasnya (*)

Sumber: Tribun Ternate
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved