Kerusuhan di Stadion Kanjuruhan
Sosok Farzah, Mahasiswa UMM yang Jadi Korban Tewas Tragedi Kanjuruhan ke-135: Suka Menolong
Almarhum adalah anak bungsu dari dua bersaudara. Teman-temannya mengenang dia sebagai teman yang penolong.
"Anaknya baik banget. Suka membantu teman termasuk tugas-tugas kampus," jelas Kelvin, temannya di Teknik Sipil kepada Tribun Jatim Network saat bertakziah.
Mahasiswa asal Kerawang Jawa Barat ini juga mengatakan Farzah sangat rajin.
"Dia juga jadi asisten lab di kampus," katanya.
Kabar meninggalnya Farzah sudah didengar teman-temannya semalam. Mereka ikut ke RS dan kemudian bertakziah dan mengantarkan ke pemakaman.
"Selain rajin, almarhum juga kocak," ujarnya.
Baca juga: Rekomendasi TGIPF Tragedi Kanjuruhan: PSSI Wajib Bertanggung Jawab, Iwan Bule Bisa Kena Pidana
Informasi yang dihimpun Tribun, Farzah saat kejadian sedang menonton bola dengan temannya, namun bukan teman kuliah.
"Saya juga baru tahu jika almarhum nonton pertandingan itu setelah kejadian," kata temannya yang lain yang nonton pertandingan Arema FC-Persebaya di tribun utara.
Dikatakan Kelvin, teman-temannya juga ingin selalu mendapat kabar tentang perkembangan Farzah di RS. Tapi kesulitan akses.
Farzah terakhir dirawat di high care unit RSSA.
Artikel ini telah tayang di TribunJatim.com dengan judul Nyawa Mahasiswa UMM Tak Tertolong, Jadi Korban Tewas ke 135 Tragedi Kanjuruhan Malang
Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Mahasiswa Fakultas Teknik UMM Meninggal, Korban Tewas Tragedi Kanjuruhan Malang Menjadi 135