Liga Champions
Liga Champions: Performa Lionel Messi, Kylian Mbappe, dan Neymar Disindir, PSG Disebut Terlalu Rapuh
Kemenangan fantastis PSG 7-2 atas Maccabi Haifa tak hanya menuai pujian tapi juga banyak kritik dan sindiran yang disampaikan banyak pihak.
Schmeichel lalu menyoroti performa Bayern Munich dan Manchester City, yang seluruh 11 pemainnya ikut menyerang sekaligus bertahan.
Baca juga: Jadwal Laga Grup A Piala Dunia 2022: Sadio Mane Bela Senegal, Virgil van Dijk Perkuat Belanda
Baca juga: Sadio Mane Cetak Gol Lagi untuk Bayern Munich: Dear Jurgen Klopp, Beneran Nggak Kangen?
Baca juga: Liga Champions: Pesimis PSG Juara UCL, Legenda MU Bandingkan Cara Main Bayern Munich hingga Man City
Offense Elit tapi Defense Sulit
Sindiran keras juga sempat diberikan oleh mantan penyerang tim nasional sepak bola Prancis, Jerome Rothen terhadap PSG.
Rothen menyarankan Christohpe Galtier segera mengganti taktik PSG jika berniat menjadi juara di UEFA Champions League (UCL).
Dikutip dari PSG Talk, Rothen berpendapat akan sulit bagi PSG menjuarai UCL jika hanya fokus terpaku pada trio penyerang Lionel Messi, Kylian Mbappe, dan Neymar Jr.ïï
Rothen menjelaskan, jika PSG sungguh-sungguh ingin juara dengan tetap mempertahankan trio Messi, Neymar, dan Mbappe, maka PSG harus memperkuat lini belakang mereka.
Rothen menyarankan agar PSG menggunakan tiga pemain tengah dan empat bek.
Baca juga: Liga Champions: Keluar Uang Rekrut Lewandowski tapi Gugur di UCL, Presiden Barcelona Buka Suara
Baca juga: Barcelona Kalah 0-3, Robert Lewandowski Sempat Hampiri Ruang Ganti Bayern Munich: Kangen Mantan?
Baca juga: Liga Champions: Kalah 0-3, Xavi Hernandez Sebut FC Barcelona Tak Selevel dengan Bayern Munich
Di sisi lain, Galtier memberikan sinyal akan adanya pergantian strategi atau taktik serangan Les Parisiens.
Seperti yang diketahui, pada awal musim PSG menggunakan taktik 3-4-1-2 yang mana Messi mengambil posisi di tengah di belakang Kylian Mbappe dan Neymar.
Namun, akhir-akhir ini PSG kerap menggunakan taktik 3-4-2-1 dengan Mbappe sebagai ujung tombak serangan PSG dibantu Neymar dan Messi dari belakang.
Dikutip dari PSG Talk, saat ini Galtier menyatakan akan ada kemungkinan PSG kembali menggunakan taktik 3-4-1-2 dengan Messi kembali menempati posisi tengah.
Pernyataan ini disampaikan oleh Galtier, Rabu (5/10/2022) saat konpers jelang laga PSG Vs Benfica.
Galtier menjelaskan, taktik dengan Messi menempati posisi tengah kerap dipraktikkan PSG dalam latihan atau persiapan.
"Ini memiliki beberapa keuntungan tetapi juga kelemahan," ujar Galtier.
Terkait taktik 3-4-2-1 di mana Mbappe berada di paling depan, Galtier menjelaskan ketika Mbappe kalah maka dua gelandang tengah di belakangnya yakni Messi dan Neymar otomatis akan terisolasi dengan cepat.
(TribunTernate.com/Qonitah)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/ternate/foto/bank/originals/messi-neymar-mbappe-fjjrkrnr.jpg)