Liga Inggris
Disoraki Suporter Mantan Klub di Laga Brighton Vs Chelsea, Graham Potter: Saya Tidak akan Minta Maaf
Pelatih Chelsea, Graham Potter, mengalami momen tak menyenangkan saat reuni dengan mantan klub asuhannya, Brighton & Hove Albion.
Penulis: Ifa Nabila | Editor: Ifa Nabila
Saat itu, Mateo Kovacic mencetak gol pembuka pada menit ke-23.
Kemudian dari RB Salzburg, Junior Adamu menyamakan kedudukan pada menit ke-49.
Hingga akhirnya Kai Havertz menyegel kemenangan untuk Chelsea dengan gol menit ke-64.
Saat itu, Kovacic harus meninggalkan lapangan lebih awal karena masalah di betisnya.
"Dia merasakan sakit sedikit di betisnya, itu adalah pertandingan yang berat."
"Dia merasa agak tegang, semoga tidak terlalu buruk," harap Potter.
Pengakuan Pemain Brighton soal Graham Potter
Hijrahnya Graham Potter ke Chelsea menggantikan Thomas Tuchel tak hanya mengagetkan para pemain The Blues, tapi juga pemain Brighton & Hove Albion.
Para pemain Brighton terkejut ketika pelatih mereka harus pindah ke klub raksasa London Barat tersebut.
Bintang Brighton, Adam Webster, mengakui dirinya berutang banyak kepada Graham Potter.
Dikutip TribunTernate.com dari sussexlive.co.uk, selain para pemain Brighton, para penggemar juga kecewa atas kepindahan sang pelatih.
Ditambah Graham Potter tak hanya pindah seorang diri, namun juga memboyong sejumlah staf yang dianggap penting di Brighton.
Beberapa minggu setelah kepergian Graham Potter, sang bek tengah, Adam Webster membeberkan apa saja yang sudah dilakukan sang pelatih di klub lamanya.
Diketahui, Adam Webster direkrut Brighton pada musim panas 2019 dari Bristol City.
Dia kemudian menjadi lini pertahanan yang hampir selalu dipilih Potter untuk bertanding.