Liga Spanyol
Barcelona Dipastikan Tak Bisa Rekrut Pemain Baru di Bulan Januari 2023 gara-gara Hal Ini
Karena sebuah peraturan tertentu, Barcelona FC diketahui tidak akan bisa melakukan perekrutan pemain baru di Januari 2023 nanti.
Memang, FC Barcelona adalah salah satu klub besar di Spanyol yang seolah identik dengan institusi politik, dengan banyak faksi yang bersaing untuk menguasainya.
Baca juga: Keputusan Pindah ke Barcelona, Robert Lewandowski: Ini Saatnya Saya Pergi dari Bayern Munich
Oleh karena itu, media yang meliput Barca juga memiliki agenda politik masing-masing, dan para jurnalis diketahui memiliki koneksi dengan faksi-faksi tersebut.
Rupanya, di masa-masa jelang pensiunnya, Gerard Pique telah menyusun jalan setapak untuk mewujudkan ambisnya menjadi El Presidente.
Semua langkah Gerard Pique telah diperhitungkan untuk membuat modal politik yang maksimal.
Misalnya, saat Gerard Pique diusir dari lapangan oleh wasit Gil Manzano dalam pertandingan terakhirnya sebagai pemain Barca, dinilai sebagai sesuatu hal yang memang di-setting.
Dengan pengusiran ini, seolah pemain kelahiran Barcelona, Spanyol 2 Februari 1987 itu ingin menunjukkan kepada pendukung setia Catalan bahwa dirinya akan selalu membela klub dalam keadaan apa pun.
Kemudian, pidato perpisahan Gerard Pique tidak secara langsung menyebutkan sang pelatih maupun Presiden FC Barcelona saat ini, Xavi Hernandez dan Joan Laporta.
Bahkan, penampilan publik pertama mantan Manchester United itu setelah pensiun malah dengan selebritas internet, Ibai Llanos, bukan presiden klubnya.
Joan Laporta dilaporkan tidak dapat mengatur jadwal untuk mengadakan konferensi pers bersama pemain legendaris Barca tersebut.
Langkah-langkah yang dilakukan Gerard Pique menunjukkan upayanya untuk menjauhkan diri dari pendirian politik saat ini di dalam tubuh Barcelona.
Singkatnya, nanti ketika menjadi presiden, Gerard Pique ingin mengubah rezim kekuasaan di tubuh Barca.
Selain itu, Gerard Pique disebut-sebut berorientasi pada model Bayern Munich, di mana nama-nama mantan legendanya, seperti Uli Hoeness, Karl-Heinz Rummenigge, dan Oliver Kahn ditempatkan sebagai petinggi utama klub setelah pensiun.
Gerard Pique, yang juga menjadi bagian dari 'generasi emas' Barcelona, tampaknya ingin melihat model yang sama diterapkan di klubnya.
Ia ingin para mantan pemain yang punya catatan terbaik mengambil bertanggung jawab atas semua keputusan penting untuk Barcelona.
Selain itu, terpuruknya FC Barcelona akhir-akhir ini disebut-sebut karena berbagai keputusan penting di ruang ganti pemain telah diambil alih oleh mereka yang tak punya pengetahuan sepak bola yang memadai.
Dengan rencana ini, sepertinya Gerard Pique tidak hanya ingin kekuasaan untuk dirinya sendiri, tetapi juga untuk mengubah manajemen Barcelona menjadi 'Futbolistacracy' di mana para mantan pemain terkenal yang memegang semua posisi penting di dewan, bukan orang-orang non-sepak bola.
Sumber: Bavarian Football Works
(TribunTernate.com/Qonitah/Rizki A.)