Piala Dunia Qatar 2022
Ambisi Timnas Jerman di Piala Dunia 2022: Incar Trofi Kelima, Tebus Kegagalan di Piala Dunia 2018
Jerman sendiri merupakan satu di antara segelintir negara yang rutin mengikuti turnamen akbar sepak bola empat tahunan tersebut.
TRIBUNTERNATE.COM - Jerman merupakan salah satu tim yang punya catatan dan sejarah kaya di pesta sepak bola terbesar, Piala Dunia.
Tim berjuluk Die Mannschaft tersebut telah bermain di Piala Dunia saat masih terpisah, Jerman Barat dan Jerman Timur, hingga pada Piala Dunia 2014 lalu meraih trofi kemenangan yang keempat kalinya.
Namun, pada Piala Dunia 2018, Jerman terpaksa menelan aib; Die Mannschaft tersingkir di putaran pertama dengan statusnya sebagai juara bertahan.
Jerman sendiri merupakan satu di antara segelintir negara yang rutin mengikuti turnamen akbar sepak bola empat tahunan tersebut.
Sejak proses kualifikasi diperkenalkan jelang Piala Dunia 1934, Jerman sudah lolos ke semua turnamen, tetapi pernah pula tak ikut berpartisipasi.
Piala Dunia pertama (edisi 1930) hanya merupakan undangan, dan Jerman Barat, bersama beberapa tim Eropa lainnya, menolak undangan tersebut karena beberapa alasan.
Jerman juga absen di Piala Dunia 1950 karena dilarang setelah Perang Dunia II.
Baca juga: Hansi Flick Umumkan Skuad Tim Nasional Jerman untuk Piala Dunia 2022, Ada 7 Pemain Bayern Munich
Baca juga: Skuad Timnas Jerman di Piala Dunia 2022: Hansi Flick Jelaskan Soal Mario Gotze, Marco Reus Apes
Sebenarnya, Jerman (saat itu Jerman Barat) memasuki Piala Dunia 1954 sebagai tim yang tidak diunggulkan alias underdog yang kembali tampil di turnamen tersebut.
Namun yang paling mengejutkan, Jerman berhasil keluar sebagai juara Piala Dunia 1954 setelah mengalahkan Hongaria.

Baca juga: Sadio Mane Absen di Piala Dunia 2022, Supporter: Pukulan Telak bagi Senegal, Semua Ini Salah FIFA
Baca juga: Sadio Mane Absen 3-4 Bulan dan Lewatkan Piala Dunia 2022, Ini 2 Penggantinya di Bayern Munich
Selanjutnya, Jerman meraih tiga gelar juara Piala Dunia.
Yakni, saat menjadi tuan rumah pada Piala Dunia 1974, lalu Piala Dunia 1990 dengan kemenangan 1-0 atas Argentina, dan juara Piala Dunia 2014 dengan kembali menaklukkan Argentina.
Akan tetapi edisi selanjutnya, Piala Dunia 2018, seolah menjadi aib bagi Jerman.
Setelah itu, Jerman juga berjuang keras untuk keluar dari UEFA Nations League sampai jumlah tim ditambah oleh UEFA.
Terlepas dari kekalahan-kekalahan itu, pelatih Jerman, Joachim Low, saat itu masih belum dicopot.
Hingga akhirnya, ketika performa Jerman memburuk dan tersingkir dari babak 16 besar di Euro 2020, Joachim Low pun dipecat dan digantikan oleh asistennya, Hansi Flick.
Di bawah era kepelatihan Hansi Flick, Jerman lolos kualifikasi Piala Dunia 2022 dengan sempurna, 7 kemenangan dari 7 pertandingan.
Meski hasil Jerman di turnamen Nations League UEFA atau Liga Negara UEFA tidak sama, skuad Jerman untuk Piala Dunia sangat berkualitas dan memiliki keseimbangan antara pemain muda dan pengalaman.
Baca juga: Piala Dunia 2022 Qatar, Manuel Neuer Tegaskan Timnas Jerman Tetap Berpegang pada Nilai Keberagaman
Baca juga: Berkaca pada Nasib di Piala Dunia 2018, Serge Gnabry: Jerman Ingin Jadi Juara, tapi Itu Tak Mudah
Baca juga: Livery Pesawat Diversity Wins, Bentuk Dukungan Timnas Jerman untuk LGBT di Piala Dunia 2022?

Bagi beberapa pemain senior, seperti kapten sekaligus kiper Manuel Neuer dan penyerang Thomas Muller, Piala Dunia 2022 kemungkinan adalah Piala Dunia terakhir mereka.
Diketahui, Manuel Neuer dan Thomas Muller punya peran penting dan perjalanan luar biasa dalam Piala Dunia.
Pada Piala Dunia 2010 dan 2014, Thomas Muller menjadi bintang dalam tim nasional Jerman.
Ia telah mencetak 10 gol Piala Dunia, memperoleh 1 gelar Pemain Muda Terbaik di Piala Dunia 2010, menyabet 1 Golden Shoe Award, 1 Silver Shoe Award, dan menjadi bagian dari Piala Dunia All-Star XI pada tahun 2014.
Selama performa buruk Jerman di Piala Dunia 2018, Thomas Muller tidak memberikan kontribusi yang berarti.
Ia pun akan berusaha menebusnya di Piala Dunia keempat sekaligus mungkin yang terakhir yang diikutinya.
Baca juga: Rekor Gol yang Dicetak di Sejarah Piala Dunia, Ini 9 Laga dengan Catatan Total Skor Tertinggi
Baca juga: Jaga-jaga Bawa Koper Kosong buat Simpan Trofi Piala Dunia 2022, Declan Rice Di-roasting Ryanair
Baca juga: Selain bagi FIFA, Apakah Piala Dunia juga Jadi Ladang Cuan Negara Tuan Rumah? Ini yang Didapat Qatar
Meski demikian, timnas Jerman di bawah asuhan Hansi Flick tak hanya bergantung pada Thomas Muller seorang.
Ada pemain andal yang siap menunjukkan taring mereka di lini tengah, yakni Ilkay Gundogan, Joshua Kimmich, dan Jamal Musiala.
Kemudian, di lini depan, Jerman punya pahlawannya di Piala Dunia 2014, Mario Gotze, serta penyerang andal Kai Havertz dan Serge Gnabry.
Untuk Piala Dunia 2022, meski bukan menjadi tim yang paling difavoritkan, Jerman bertekad untuk mengincar trofi juara kelimanya.
Grup E Piala Dunia 2022
Jerman alias Die Mannschaft tergabung dalam Grup E Piala Dunia 2022, bersama Spanyol, Jepang, dan Kosta Rika.
Jelas, itu bukanlah grup yang bisa dianggap enteng.
Jerman harus berjuang ke babak 16 besar dan diperkirakan menjadi salah satu tim yang akan mencapai semi final.
Statistik Tim Nasional Jerman di Piala Dunia
- Penampilan Piala Dunia sebelumnya: 19
- Gelar juara: 4 kali
- Pencapaian terbaik: Pemenang (Piala Dunia 1954, 1974, 1990, dan 2014)
- Rekor Piala Dunia: Menang 67 kali, Seri 22 kali, dan Kalah 20 kali
- Gol yang dicetak: 226 gol
- Kemenangan Terbesar: 8-0 vs Arab Saudi (Piala Dunia 2002)
- Pemain yang layak diwaspadai: Thomas Muller
- Peringkat: 11
Jerman akan melakoni laga pertamanya dalam Piala Dunia 2022, melawan Jepang pada 23 November 2022 (waktu setempat) di Khalifa International Stadium.
Selanjutnya, laga kedua antara Jerman vs Spanyol dijadwalkan digelar pada 27 November 2022, dan laga ketiga Jerman kontra Kosta Rika digelar pada 1 Desember 2022.
Kedua laga terakhir itu digelar di Al Bayt Stadium.
SKUAD TIM NASIONAL JERMAN UNTUK PIALA DUNIA 2022
Pelatih timnas Jerman, Hansi Flick, telah mengumumkan daftar 26 pemain yang bergabung dalam skuadnya yang akan berangkat ke Qatar, Kamis (10/11/2022).
Kiper: Manuel Neuer (Bayern Munich), Kevin Trapp (Eintracht Frankfurt), Marc Ander ter-Stegen (FC Barcelona)
Bek: Antonio Rudiger (Real Madrid), Nico Schlotterbeck (Borussia Dortmund), Niklas Sule (Borussia Dortmund), Christian Gunter (SC Freiburg), Lukas Klostermann (RB Leipzig), David Raum (RB Leipzig), Matthias Ginter (SC Freiburg), Thilo Kehrer (West Ham United), Armel Bella-Kotchap (Southampton)
Gelandang: Joshua Kimmich (Bayern Munich), Jamal Musiala (Bayern Munich), Leon Goretzka (Bayern Munich), Ilkay Gundogan (Manchester City), Julian Brandt (Borussia Dortmund), Jonas Hofmann (Borussia Monchengladbach), Mario Gotze (Eintracht Frankfurt)
Penyerang: Kai Havertz (Chelsea), Serge Gnabry (Bayern Munich), Thomas Muller (Bayern Munich), Leroy Sane (Bayern Munich), Karim Adeyemi (Borussia Dortmund), Youssoufa Moukoko (Borussia Dortmund), Niclas Fullkrug (Werder Bremen)
Sumber: Al Jazeera
(TribunTernate.com/Rizki A.)