Cerita Bocah 12 Tahun di Halmahera Utara yang Jadi Juragang Buah Pala
Risal, seorang bocah berusia (12) tahun di Halmahera Utara, jadi juragang pala.
TRIBUNTERNATE.COM,TOBELO- Risal, seorang bocah berusia (12) tahun di Halmahera Utara, jadi juragang pala.
Risal ialah warga Desa Ngidiho, Kecamatan Galela Barat, Halmahera Utara.
Dia setiap hari membeli buah pala mentah di jalan kebun yang setiap harinya dilewati petani.
Hal itu Ia kerjakan sudah sejak lama.
Biasanya, sehabis pulang sekolah Risal langsung menuju pangkalannya di jalan kebun.
"Saya setiap hari beli buah pala. Saya beli itu tunggu di jalan kebun,”kata Risal, Senin (19/12/2022).
Adapun, tempat Ia beli pala mentah berukuran 1 kali 2 meter.
"Karena setiap hari petani pulang kebun, dorang (mereka) membawa pala,”ujarnya.
Risal menceritakan, uang yang ia gunakan ternyata bukan miliknya, tetapi disuruh salah seorang pengusaha pala lokal.
Tetapi ia diberi upah sehari sebesar Rp 20 ribu.
"Beli pala bukan uang saya. tetapi saya di suru Meme (teman mama). kemudian saya diberi upah sehari Rp 20 ribu, seminggu Rp 150 ribu," jelasnya.
Risal, sendiri saat ini telah menjalani pendidikan di bangku SMP kelas 11, di salah satu SMP di Desa Ngidiho Kecamatan Galela Barat.
Baca juga: Warga Loloda Utara Halmahera Utara Keluhkan Pemadaman Listrik, PLN Tobelo Beri Klarifikasi
Baca juga: Sambut Hari Juang TNI AD Ke-77, Kodim 1508 Tobelo, Halmahera Utara Sumbang Darah
Pekerjaan ia lakukan atas kemauannya sendiri, bahkan majikannya sangat percaya atas kejujuran bocah (12) tahun itu.
Sehari kata Risal, uang yang ia bawa untuk membeli buah pala sebesar Rp 500 ribu, paling kecil Rp 300 ribu.
Buah pala yang ia beli ukuran kaleng susu cap nona, orang lokal menyebutnya 1 cupa seharga Rp 5 ribu.
"Uang yang di berikan paling besar Rp 500 ribu, paling kecil Rp 300 ribu,"
"Kalau ukuran pala satu kaleng susu cap nona (1 cupa pala) sebesar Rp 5 ribu," tuturnya.
Sehari uang yang habiskan sebesar Rp 500 ribu, buah pala yang didapat sebanyak 100 cupa pala.
"Kalau sampai Kase habis uang, sehari dapat 100 cupa pala, paling sedikit 80 cupa, yang dijual petani," pintanya. (*)