Halmahera Timur
Halmahera Timur Berbenah Menuju Transformasi Kemajuan

Tak Berani Tolak Perintah Aki Banyu, Duloh Bunuh Anak Wowon yang Rewel Lalu Kubur Dekat WC

Rekan Wowon, Duloh (60), yang sesama pembunuh memberi pengakuan saat membunuh Bayu (2).

Editor: Ifa Nabila
Imago Images/Imagebroker via dw.com
Ilustrasi kekerasan pada anak, ilustrasi penganiayaan anak. Rekan Wowon, Duloh (60), yang sesama pembunuh memberi pengakuan saat membunuh Bayu (2). 

"Ya, sudah kalau nggak mau mah kapan-kapan saja kata Pak," jawab Wowon.

Tidak lama setelah itu, Wowon kemudian meminta Duloh menunggu di sekitar rumahnya, tepatnya di sebuah gapura sekira pukul 03.00 WIB.

"Ini (menunjuk Bayu), Saya dikasih anak itu sama bapak, langsung saja lenyapin," jelas Duloh.

Usai diserahkan, Bayu lantas dicekik sambil mulutnya ditutup agar tak bersuara.

Bayu langsung dikubur Duloh di lubang yang telah disiapkan Wowon sebelumnya.

"Habis itu langsung dibaringkan, dicekik sambil dibekap mulutnya. Sampai setengah jam, sampai enggak ada habis nyawanya."

"Langsung dimasukkan ke lubang itu yang sudah ada bikinan si Wowon itu di pinggir WC," ungkap Duloh.

Dari pengakuan Duloh, sebenarnya ia tidak tega.

Namun dirinya takut menolak perintah Wowon, karena takut dengan sosok Aki Banyu.

"Bapak juga merasakan tak tega, tapi ini enggak boleh ngebantah, suruhan si Wowon nggak boleh ngebantah. Sieun ku Aki Banyu (takut sama Aki Banyu)," kata Duloh.

Namun, belakangan Duloh baru tahu bahwa Aki Banyu adalah sosok fiktif yang diperankan Wowon.

Anak Perempuan 5 Tahun Wowon

Tak hanya Bayu, setelah itu Wowon juga berencana melakukan pembunuhan kepada anak perempuannya, Neng Ayu (5).

Tidak sendiri, bocah perempuan itu akan dibunuh bersama Ai Maemunah dan kedua kakak tirinya, M Riswandi dan Ridwan Abdul Muiz.

Mereka diracun di rumah kontrakan yang diketahui berada di kawasan Bantar Gebang, Bekasi, pada Senin (9/1/2023) lalu.

Halaman
123
Sumber: Tribunnews
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved