Rabu, 8 April 2026
Halmahera Timur
Halmahera Timur Berbenah Menuju Transformasi Kemajuan

Harga Kopra Maluku Utara Turun, Bahan-Bahan di Pasar Naik, Petani Malarat

Harga kopra Maluku Utara, sejak akhir 2022 sampai awal 2023 terjun bebas. Alhasil petani mengeluh

Editor: Mufrid Tawary
Tribunternate.com/ Arafik Hamid
Salah satu petani di desa Luari, Kecamatan Tobelo Utara sedang mengumpulkan kelapa yang hendak mau dibuat kopra Senin (14/2/2023). 

TRIBUNTERNATE.COM,TOBELO-  Harga kopra Maluku Utara, sejak akhir 2022 sampai awal 2023  terjun bebas.

Itu sebabnya, membuat para petani kelapa di khususnya di Halmahera Utara mengeluh.

Bahkan  mereka pun bingung harus mengadu kemana.

Kendati demikian, mereka tetap mengelola kopra walau perekonomian sedang mengncam.

Kepada Tribunternate .com salah satu petani asal Tobelo Utara mengatakan, harusnya harga kopra turun sesuai dengan harga kebutuhan pokok.

"Harga kopra makin turun, tetapi harga barang naik. Ini yang buat kami tambah susah," tutur Dino, Senin (13/2/2023).

Padahal, Dia mengatakan, harga kopra bulan lalu menyentuh sampai diharga Rp 10 ribu perkilonya.

Namun, sayangnya sekarang jauh di bawah itu, yakni Rp Rp 5000 perkilonya.

"Kalau Rp 10 ribu per kilogram, torang pasti sananglah,”tuturnya.

Baca juga: Harga Kopra Maluku Utara Terus Anjlok, Ini Penyebabnya

Baca juga: Awal Tahun 2023, Harga Kopra Maluku Utara Anjlok, Saat Ini Dibeli Rp 6 Ribu Perkilonya

Apalagi kata dia mengelola kopra butuh biaya yang besar juga sehingga kiranya perlu diperhatikan terutama pemerintah daerah.

Diketahui, Harga panjat pohon kelapa bervariasi tertinggi per pohon sebesar Rp 6000 ribu dan terendah Rp 5000 ribu.

Sedangkan harga angkut buah kelapa menggunakan Viar ( Kendaraan roda tiga ) di hitung perkilonya  Rp 50 ribu.

"Kalau  dihitung , petani rugi, karena harga kopra tak sebanding,"keluhnya . (*)

Sumber: Tribun Ternate
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved