Pemkab Halmahera Selatan
Distributor Minyakita di Halmahera Selatan Diduga Main Harga, Polisi Didesak Bertindak
Di Pasar Modern Labuha, Halmahera Selatan, Minyakita dengan kemasan 1 liter dijual Rp 22 ribu sementara jika sesuai HET harganya Rp 15.700
Penulis: Nurhidayat Hi Gani | Editor: Munawir Taoeda
Ringkasan Berita:1. Stok minyak goreng subsidi, Minyakita di Halmahera Selatan mulai alami kelangkaan dalam satu bulan terakhir
2. Bahkan minyak goreng tersebut juga naik harga cukup signifikan jika dibandingkan dengan HET yang ditetapkan pemerintah pusat
3. Di Pasar Modern Labuha, Minyakita dengan kemasan 1 liter, dijual Rp 22 ribu, sementara jika sesuai HET, harganya Rp 15.700
TRIBUNTERNATE.COM, BACAN - Stok minyak goreng subsidi, Minyakita di Halmahera Selatan, Maluku Utara mulai alami kelangkaan dalam satu bulan terakhir.
Bahkan Minyak goreng tersebut juga naik harga cukup signifikan jika dibandingkan dengan harga eceran tertinggu (HET) yang ditetapkan pemerintah pusat.
Di Pasar Modern Labuha, Minyakita dengan kemasan 1 liter, dijual Rp 22 ribu, sementara jika sesuai HET harganya Rp 15.700.
Ada pun kenaikan harga Minyakita di Halmahera Selatan terjadi sejak awal tahun 2026.
Baca juga: Pelarian Berakhir di Ambon, Polres Halmahera Selatan Tangkap Pelaku Pembunuhan Pria 21 Tahun
Pedagang di Pasar Modern Labuha mulanya menjual dengan harga Rp18 ribu per liter, Rp20 ribu per liter, dan saat ini Rp 22 ribu per liter.
Para pedagang juga mengaku kenaikan harga Minyakita dipicu oleh stok yang terbatas.
Kepala Diskoperindag Halmahera Selatan Adriani Radjiloen saat dikonfirmasi via WhtasApp belum merespons.
Menanggapi hal ini, Ketua Barisan Rakyat Halmahera Selatan (BARAH), Ady Hi. Adam, menilai pedagang eceran tak bisa disalahkan dalam kenaikan harga Minyakita.
Ia menduga, harga minyak goreng tersebut sengaja dimainkan oleh distributor untuk meraup keuntungan besar.
"Pedagang eceran di pasar jual harga di atas karena mereka juga dapat harga yang tinggi dari distributor, "kata Ady dalam keterangannya, Minggu (17/5/2026).
"Jadi tidak menutup kemungkinan distributor yang main harga," sambung mantan Ketua GP Ansor Halmahera Selatan tersebut.
Ady mendesak pihak kepolisian segera mengambil tindakan sebelum masalah Minyakita ini makin besar.
Baca juga: BREAKING NEWS: Pemuda 21 Tahun Hilang Saat Memanah Ikan di Pantai Goji Halmahera Selatan
Apalagi, kebutuhan masyarakat menjelang Idul Adha 2026 akan semakin tinggi.
Ia juga menegaskan, proses jual beli minyak goreng bersubsidi harus sesuai aturan pemerintah.
"Kami juga menyayangkan sikap pemerintah daerah yang cenderung abai, padahal kenaikan harga Minyakita ini sudah cukup lama, "tandasnya. (*)
| Bupati Halsel Terbitkan SE, Kades hingga Anggota BPD yang Lulus PPPK Diminta Undur Diri |
|
|---|
| Seleksi 3 Jabatan Eselon II Pemkab Halmahera Selatan Mulai Jalan |
|
|---|
| DPM-PTSP Halmahera Selatan Mulai Tertibkan Izin Usaha Kafe Karaoke di Obi dan Bacan |
|
|---|
| Inspektorat Halsel Hanya Audit 100 dari 249 Desa pada 2026, Ini Alasannya |
|
|---|
| Karena Anggaran Terbatas, Pemkab Halmahera Selatan Tiadakan Festival Saruma 2026 |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/ternate/foto/bank/originals/Penjualan-minyakita-di-Halmahera-Selatan-Maluku-Utara.jpg)