Minggu, 17 Mei 2026
Halmahera Timur
Halmahera Timur Berbenah Menuju Transformasi Kemajuan

Pemkab Halmahera Selatan

Distributor Minyakita di Halmahera Selatan Diduga Main Harga, Polisi Didesak Bertindak

Di Pasar Modern Labuha, Halmahera Selatan, Minyakita dengan kemasan 1 liter dijual Rp 22 ribu sementara jika sesuai HET harganya Rp 15.700

Tayang:
Penulis: Nurhidayat Hi Gani | Editor: Munawir Taoeda
TribunTernate.com/Nurhidayat Hi Gani
KELUHAN: Kemasan minyak goreng subsidi, Minyakita saat dipajang di lapak pedagang di Pasar Modern Labuha, Halmahera Selatan. Di pasar tersebut, Minyakita dengan kemasan 1 liter dijual Rp 22 ribu sementara jika sesuai HET harganya Rp 15.700 
Ringkasan Berita:1. Stok minyak goreng subsidi, Minyakita di Halmahera Selatan mulai alami kelangkaan dalam satu bulan terakhir
2. Bahkan minyak goreng tersebut juga naik harga cukup signifikan jika dibandingkan dengan HET yang ditetapkan pemerintah pusat
3. Di Pasar Modern Labuha, Minyakita dengan kemasan 1 liter, dijual Rp 22 ribu, sementara jika sesuai HET, harganya Rp 15.700

TRIBUNTERNATE.COM, BACAN - Stok minyak goreng subsidi, Minyakita di Halmahera Selatan, Maluku Utara mulai alami kelangkaan dalam satu bulan terakhir.

Bahkan Minyak goreng tersebut juga naik harga cukup signifikan jika dibandingkan dengan harga eceran tertinggu (HET) yang ditetapkan pemerintah pusat.

Di Pasar Modern Labuha, Minyakita dengan kemasan 1 liter, dijual Rp 22 ribu, sementara jika sesuai HET harganya Rp 15.700.

Ada pun kenaikan harga Minyakita di Halmahera Selatan terjadi sejak awal tahun 2026.

Baca juga: Pelarian Berakhir di Ambon, Polres Halmahera Selatan Tangkap Pelaku Pembunuhan Pria 21 Tahun

Pedagang di Pasar Modern Labuha mulanya menjual dengan harga Rp18 ribu per liter, Rp20 ribu per liter, dan saat ini Rp 22 ribu per liter.

Para pedagang juga mengaku kenaikan harga Minyakita dipicu oleh stok yang terbatas.

Kepala Diskoperindag Halmahera Selatan Adriani Radjiloen saat dikonfirmasi via WhtasApp belum merespons.

Kemasan minyak goreng jenis Minyakita saat dipajang di lapak pedagang di Pasar Modern Labuha, Halmahera Selatan
Kemasan minyak goreng jenis Minyakita saat dipajang di lapak pedagang di Pasar Modern Labuha, Halmahera Selatan (TribunTernate.com/Nurhidayat Hi Gani)

Menanggapi hal ini, Ketua Barisan Rakyat Halmahera Selatan (BARAH), Ady Hi. Adam, menilai pedagang eceran tak bisa disalahkan dalam kenaikan harga Minyakita.

Ia menduga, harga minyak goreng tersebut sengaja dimainkan oleh distributor untuk meraup keuntungan besar.

"Pedagang eceran di pasar jual harga di atas karena mereka juga dapat harga yang tinggi dari distributor, "kata Ady dalam keterangannya, Minggu (17/5/2026).

"Jadi tidak menutup kemungkinan distributor yang main harga," sambung mantan Ketua GP Ansor Halmahera Selatan tersebut.

Ady mendesak pihak kepolisian segera mengambil tindakan sebelum masalah Minyakita ini makin besar.

Baca juga: BREAKING NEWS: Pemuda 21 Tahun Hilang Saat Memanah Ikan di Pantai Goji Halmahera Selatan

Apalagi, kebutuhan masyarakat menjelang Idul Adha 2026 akan semakin tinggi. 

Ia juga menegaskan, proses jual beli minyak goreng bersubsidi harus sesuai aturan pemerintah.

"Kami juga menyayangkan sikap pemerintah daerah yang cenderung abai, padahal kenaikan harga Minyakita ini sudah cukup lama, "tandasnya. (*)

Sumber: Tribun Ternate
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved